Tumpukan Sampah Dekat SLBN 3 Mataram Ganggu Kenyamanan
Mataram (NTBSatu) – Selain di pasar, tumpukan sampah di Kota Mataram “mudah” ditemukan di sekitar fasilitas pendidikan. Salah satu titik terpantau di dekat Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 3 Mataram. Jalan Guntur Raya, Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela.
Pantauan NTBSatu, sampah berbagai jenis, dominan bersumber dari rumah tangga meluber hingga ke badan jalan. Dilihat dari kondisi tumpukan, diperkirakan sudah berlangsung berminggu minggu. Tumpukan berpotensi semakin banyak, karena tidak ada tanda larangan dipancang atau ditempelkan di tembok.
Lurah Jempong Baru, Fika Wulan Hartati menyatakan, lokasi tersebut bukan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) resmi.
“Itu bukan TPS. Disinyalir orang-orang yang lewat yang buang. Kalau ada satu plastik saja yang ditaruh di sana, yang lain jadi ikut-ikutan ditaruh di sana,” ujar Fika kepada NTBSatu, Senin, 11 Mei 2026.
Ia menjelaskan, lokasi tersebut sulit untuk diawasi karena letaknya di antara lahan persawahan dan perkantoran.
“Kalau ada kalau ada plastik merah, hitam, putih satu kelihatan aja di tempat kosong, orang ikut-ikutan taruh di sana. Itu makanya kita kurang kontrol juga di sana terhadap pemukiman, di perkantoran, pinggir jalan. Dari motor dia lempar,” imbuhnya.
Anggaran dan Proyek Mengambang
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi mengakui, belum maksimal menjangkau titik titik sumber sampah. Terutama, sampah yang dibuang oleh warga.
Apalagi kebijakan efisiensi anggaran dari pusat, menghentikan pengadaan unit baru. Jadi kendala utama jika dilakukan pengadaan armada tambahan.
“Sekarang ini kita di Kota Mataram ini memang lagi kena efisiensi anggaran dari pusat. Jadi, anggaran yang ada sekarang itu hanya untuk operasional kendaraan yang ada sekarang. Tidak ada untuk pengadaan apa pun,” jelasnya belum lama ini.
Sementara ini, pemerintah mengandalkan rencana jangka panjang. Seperti, pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kebon Talo yang modern. Hanya saja, proyek tersebut belum dimulai.
“Belum (dimulai pembangunannya), karena itu pembangunannya dari pusat, bukan kita yang anu. Dari Kementerian PU,” imbuhnya.
Untuk menangani hal tersebut, Fika menggiatkan gotong royong pembersihan melalui program Indonesia Asri
“Untuk mengatasi, sementara kita akan bersihkan besok dengan gotong royong, kebetulan ada itu program Indonesia Asri,” ucap Fika.
Per hari ini, sampah telah dibersihkan oleh pihak kelurahan melalui kerja sama dengan pihak kecamatan. Sosialisasi akan terus digencarkan agar meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah dengan tertib. (Ashri)




