Puluhan Tahun Luput dari Perhatian, Wabup Ansori Minta SMPN 2 Sumbawa Segera Direhabilitasi
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Wakil Bupati Sumbawa, Drs. Mohamad Ansori, menyoroti kondisi bangunan SMPN 2 Sumbawa. Ia menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi fisik sekolah tersebut.
Sekolah tersebut telah berusia sekitar 60 tahun. Namun, belum pernah mendapat bantuan perbaikan secara menyeluruh.
Wabup Ansori menegaskan, peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya berbicara soal proses belajar mengajar, tetapi perlu juga dukungan sarana dan prasarana yang layak.
“Saya cukup terkejut melihat kondisi sekolah ini. Usianya hampir sama dengan usia saya, sekitar 60 tahun. Namun, hingga hari ini belum pernah ada perbaikan total. Ada bagian bangunan yang rusak, jendela yang perlu perbaikan, dan fasilitas yang sudah tidak memadai,” ujar Wabup Ansori saat menghadiri acara Purna Siswa Kelas IX Tahun Ajaran 2025/2026, Selasa, 2 Juni 2026.
Menurut dia, kondisi tersebut menjadi ironi, mengingat SMPN 2 Sumbawa merupakan salah satu sekolah yang berada di pusat Kota Sumbawa Besar. Sekolah ini juga memiliki sejarah panjang dalam mencetak sumber daya manusia daerah.
“Sekolah ini berada di tengah kota dan memiliki peran besar dalam dunia pendidikan Sumbawa. Karena itu, kondisinya harus menjadi perhatian bersama,” katanya.
Ia menegaskan, revitalisasi sekolah merupakan tanggung jawab pemerintah yang tidak boleh ditunda. Untuk itu, Wabup meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Sumbawa bersama pihak sekolah segera menyiapkan seluruh persyaratan administrasi guna mengakses Program Strategis Nasional (PSN) Revitalisasi Sekolah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Saya meminta Dinas Pendidikan dan pihak sekolah bergerak cepat. Jangan menunggu. Program revitalisasi ini harus kita perjuangkan agar SMPN 2 mendapatkan fasilitas yang lebih layak,” tegasnya.
Wabup Ansori mengingatkan peluang mendapatkan bantuan pusat sangat bergantung pada kesiapan data dan kecepatan daerah dalam mengusulkan program.
“Siapa cepat dia dapat. Data pokok pendidikan harus siap. Komunikasi dengan pemerintah pusat harus terus kita bangun, dan usulan harus segera kita ajukan,” ujarnya.
Pendidikan Tanggung Jawab Bersama
Selain menyoroti infrastruktur sekolah, Wabup Ansori juga menekankan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama seluruh pihak. Mulai dari pemerintah, sekolah, guru, orang tua hingga masyarakat.
“Guru jangan meninggalkan kelas kosong. Fokus pada tugas utama mendidik dan mengajar. Pendidikan yang berkualitas mulai dari komitmen guru di ruang kelas,” katanya.
Ia juga mengingatkan para orang tua agar tidak menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pendidikan kepada sekolah.
“Wali murid tidak boleh lepas tangan setelah anak masuk sekolah. Pendidikan anak membutuhkan keterlibatan aktif keluarga agar hasilnya maksimal,” tegasnya.
Kepada para siswa yang baru menyelesaikan pendidikan di tingkat SMP, Ansori berpesan agar tidak membatasi cita-cita karena latar belakang atau tempat tinggal.
“Kalian adalah generasi emas 2045. Jangan pernah minder meski berasal dari dusun atau daerah terpencil. Gantungkan cita-cita setinggi langit dan kejar dengan kerja keras,” pesannya.
Ia juga mengingatkan pentingnya doa dan bakti kepada orang tua sebagai bekal utama meraih kesuksesan.
“Jangan lupakan doa orang tua. Kesuksesan akan lebih mudah diraih ketika diiringi ridha dan restu ayah serta ibu,” pungkasnya. (*)




