Pos Damkar Lunyuk Resmi Beroperasi, Pangkas Waktu Tanggap Darurat Wilayah Selatan
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa resmi mengoperasikan Pos Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kecamatan Lunyuk. Pos ke-7 di Kabupaten Sumbawa ini dihadirkan untuk mempercepat penanganan keadaan darurat sekaligus memperkuat perlindungan keselamatan masyarakat di wilayah selatan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sumbawa, H. Sahabuddin, mengatakan pembangunan pos damkar bukan sekadar penambahan fasilitas pelayanan publik, tetapi merupakan upaya mempercepat penanganan situasi darurat di wilayah rawan.
“Pos damkar ini hadir sebagai jawaban atas jarak, waktu, dan risiko yang selama ini dihadapi masyarakat Lunyuk ketika terjadi keadaan darurat,” kata Sahabuddin, Rabu 11 Februari 2026.
Ia menjelaskan, pengalaman operasional pos damkar di Kecamatan Empang menunjukkan keberadaan pos di zona strategis mampu menekan dampak kebakaran secara signifikan.
“Ketika armada berada lebih dekat dengan masyarakat, waktu tanggap bisa ditekan di bawah 15 menit. Dampaknya, luas kebakaran dapat diminimalkan dan potensi korban jiwa bisa ditekan,” jelasnya.
Menurutnya, selisih waktu penanganan beberapa menit saja dapat menentukan besar kecilnya dampak kebakaran.
“Dalam beberapa kejadian, selisih 5 sampai 10 menit bisa menentukan apakah kebakaran hanya menghanguskan satu rumah atau berkembang menjadi musibah besar,” ujarnya.
Selain menangani kebakaran, Sahabuddin menyebut pos damkar Lunyuk juga akan melayani penyelamatan non-kebakaran seperti evakuasi kecelakaan lalu lintas, penanganan pohon tumbang, penyelamatan korban bencana, hingga evakuasi hewan berbahaya.
“Damkar hari ini bukan sekadar pemadam api, tetapi juga garda kemanusiaan yang siap memberikan pertolongan dalam berbagai kondisi darurat,” katanya.
Ia menambahkan, pos damkar Lunyuk diperkuat satu unit mobil fire truck terbaru dengan kapasitas tangki air mencapai 4.000 liter yang dilengkapi berbagai peralatan penunjang operasi.
“Pos damkar Lunyuk diperkuat 14 personel yang terdiri dari satu komandan peleton, tiga komandan regu, dan 10 anggota yang bertugas dalam tiga shift selama 24 jam,” ungkapnya.
Menurut Sahabuddin, sebagian besar personel berasal dari PPPK paruh waktu yang berdomisili di Kecamatan Lunyuk guna mempercepat respons pelayanan darurat.
“Wilayah operasional pos damkar Lunyuk mencakup tujuh desa di Kecamatan Lunyuk. Nomor kontak pos juga sudah disosialisasikan kepada masyarakat agar pelaporan keadaan darurat bisa dilakukan dengan cepat,” jelasnya.
Ke depan, Dinas Damkar Sumbawa berencana memperluas jaringan layanan melalui pembentukan pos baru di sejumlah kecamatan.
“Kami masih mengharapkan pembentukan pos damkar baru di Kecamatan Lape, Lantung, dan Moyo Hulu. Namun realisasinya tentu menyesuaikan kebijakan pemerintah daerah dalam pengalokasian anggaran,” pungkasnya.
Pemerintah daerah berharap kehadiran pos damkar Lunyuk mampu memperkuat sistem perlindungan masyarakat sekaligus menekan risiko bencana kebakaran di wilayah selatan Kabupaten Sumbawa. (*)




