Hadapi Musim Kemarau, Distan Lombok Tengah Petakan Wilayah Tanam dan Siapkan Pompa Air
Lombok Tengah (NTBSatu) – Dinas Pertanian (Distan) Lombok Tengah mulai menyiapkan sejumlah langkah untuk menghadapi musim kemarau tahun ini. Salah satunya dengan memetakan wilayah yang masih memungkinkan ditanami padi pada musim tanam ketiga (MT III). Kemudian, mengoptimalkan penggunaan pompa air yang telah disebar ke kelompok tani.
Plt Kepala Dinas Pertanian Lombok Tengah, Zainal Arifin mengatakan, strategi menghadapi musim kemarau dilakukan dengan memanfaatkan sarana dan prasarana yang telah tersedia di lapangan.
“Kalau berbicara tentang strategi adalah pemanfaatan alat-alat yang kita punya. Seperti pompa air itu sudah banyak yang kita sebar di masyarakat,” kata Zainal kepada NTBSatu, Senin 1 Juni 2026.
Selain itu, Dinas Pertanian juga akan melakukan pemetaan terhadap wilayah yang memiliki ketersediaan air cukup untuk melanjutkan budidaya padi pada musim tanam ketiga.
“Untuk musim tanam ketiga, sekalipun kita ditargetkan tanaman padi itu selalu ada di musim ketiga, kita akan petakan. Daerah-daerah mana yang memang kemungkinannya bisa nanam tiga kali,” ujarnya.
Petanakan Tanaman dengan Keterbatasan Air
Menurut Zainal, tidak semua wilayah di Lombok Tengah akan dipaksakan menanam padi pada MT III. Khusus wilayah selatan yang memiliki keterbatasan sumber air, petani akan diarahkan menanam komoditas yang lebih tahan terhadap kondisi kemarau.
“Kalau di selatan kita tidak akan bisa memaksakan,” katanya.
Sebagai alternatif, petani di wilayah tersebut didorong mengembangkan tanaman palawija dan hortikultura yang membutuhkan air lebih sedikit dibandingkan padi.
“Nanti kita akan lari ke Palawija. Karena Palawija ini adalah tanaman yang tidak terlalu membutuhkan air,” jelasnya.
Selain palawija, Dinas Pertanian Loteng juga mendorong pengembangan tanaman hortikultura, terutama cabai, yang dinilai memiliki prospek baik selama musim kemarau.
“Nah, tapi di selatan ini tidak hanya Palawija, juga Horti yang kita harapkan. Seperti cabai,” ujarnya.
Sementara itu, wilayah yang memiliki ketersediaan air lebih baik akan tetap didorong menanam padi hingga tiga kali dalam setahun. Beberapa wilayah yang dipetakan antara lain Pringgarata, sebagian Jonggat, dan Batukliang Utara.
“Utara itu adalah panennya sampai tiga kali kalau bisa. Daerah utara seperti Pringgarata, Jonggat juga sebagian, Batukliang Utara. Itu daerah-daerah yang memang kita harapkan musim tanam ketiga bisa nanam padi,” katanya.
Di sisi lain, Distan juga memastikan ketersediaan pupuk bagi petani masih aman. Sehingga tidak menjadi kendala selama musim tanam berlangsung.
“Sampai komplit tahun ini saya yakin aman pupuk kita. Tidak akan ada kendala terkait dengan pupuk,” tegas Zainal. (*)




