Jelang MotoGP Mandalika 2026, Persoalan Infrastruktur Jalan hingga Transportasi Masih Jadi Catatan
Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB mulai mematangkan persiapan MotoGP Mandalika 2026. Jalan amblas, transportasi online, akomodasi, hingga kesiapan masyarakat menjadi perhatian menjelang ajang balap motor internasional tersebut.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB, Lalu Moh. Faozal mengatakan, pada sektor infrastruktur, yakni persoalan jalan amblas di Kilometer 15 menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, masih menjadi catatan.
Menurutnya, titik tersebut berulang kali mengalami kerusakan meski Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) berkali-kali melakukan penanganan.
“Jalan amblas di Kilometer 15 perlu segera kita benahi atau kita bypasskan,” ujarnya.
Faozal mengatakan, BPJN akan mencari solusi teknis agar kerusakan di titik tersebut tidak terus berulang.
Selain itu, Faizal menjelaskan Pemprov NTB juga memastikan akan membenahi penerangan jalan umum (PJU) di kawasan bypass Mandalika. Faozal berharap kondisi PJU saat MotoGP 2026 lebih baik dibanding tahun sebelumnya.
“Nanti ada pembenahannya. Mudah-mudahan lebih baik dari tahun sebelumnya,” katanya.
Selain itu, pemprov NTB juga memberi perhatian pada persoalan transportasi online, yakni penganiayaan terhadap sopir taksi online yang sempat menjadi sorotan publik.
Ia mengatakan, Pemprov NTB akan segera mengumpulkan seluruh pihak untuk menyosialisasikan keberadaan layanan transportasi online.
“Kita harus sosialisasikan kehadiran transportasi online yang di lokal masih belum selesai,” katanya.
Ia menegaskan, Pemprov NTB akan terus berkomunikasi dengan seluruh pihak agar persoalan transportasi online tidak kembali mengganggu penyelenggaraan MotoGP.
“Soal transportasi online ini harus kita selesaikan. Nanti ada waktu khusus untuk sosialisasi terkait itu di sana,” ungkapnya.
Targetkan 140 Ribu Penonton
Pemprov NTB menargetkan sekitar 140 ribu penonton selama tiga hari MotoGP 2026. Dan menargetkan sebanyak 65 ribu penonton hadir pada hari puncak.
“Target kita 65 ribu pada puncak. Total tiga hari sekitar 140 ribu, melihat tren sebelumnya,” ujarnya, Senin, 3 Agustus 2026.
Selain menyiapkan penonton, Pemprov NTB juga mengevaluasi sektor akomodasi. Faozal mengaku telah melaporkan kepada Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal atas perlunya mengevaluasi keputusan gubernur mengenai tarif ambang atas hotel agar persoalan akomodasi tidak terus menjadi sorotan.
Pemprov NTB akan berkoordinasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) serta para pengelola penginapan untuk membenahi tata kelola akomodasi.
“Kita evaluasi tarif ambang atas hotel bersama PHRI dan pengelola penginapan supaya tidak terus menjadi isu,” katanya.
Pemprov NTB juga akan menggelar pertemuan dengan berbagai pihak untuk memastikan masyarakat siap menjadi tuan rumah MotoGP 2026.
Sementara itu, penyelenggara segera menjalani proses homologasi atau pemeriksaan ulang kesiapan Sirkuit Mandalika.
Pemprov NTB juga akan memperkuat supporting event melalui pelibatan UMKM dan berbagai kegiatan lokal.
“Supporting event kita benahi, termasuk UMKM dan event lokal. Mudah-mudahan lebih baik dari tahun sebelumnya,” ujarnya. (*)




