Gelontorkan Rp19 Miliar Tiap Tahun, H. Iron Sebut Ribuan Kilometer Jalan Lombok Timur Masih Gelap
Lombok Timur (NTBsatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur mengalokasikan sekitar Rp19 miliar setiap tahun untuk penerangan jalan. Pengeluaran daerah itu belum memberi hasil maksimal. Pasalnya, masyarakat masih menjumpai banyak ruas jalan tanpa lampu.
“Kita mengeluarkan sekitar Rp19 miliar setiap tahun. Tetapi jalan yang gelap masih banyak. Karena itu kita cari sistem yang lebih efektif,” kata Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin alias H. Iron, Senin, 3 Agustus 2026.
Ia juga mempertanyakan data jumlah titik lampu yang selama ini menjadi acuan. Menurutnya, pemerintah perlu menghitung kembali kebutuhan riil agar anggaran benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.
Untuk memenuhi kebutuhan anggaran penerangan jalan, Pemkab Lombok Timur mengubah skema penganggaran. Pemerintah daerah, lanjut H. Iron, menyiapkan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk memperluas penerangan jalan di seluruh wilayah.
H. Iron mengaku, masih banyak ruas jalan sepanjang ribuan kilometer yang gelap pada malam hari. Karena itu, pemerintah menggandeng pihak swasta agar masyarakat segera menikmati penerangan jalan yang lebih merata.
Ia mengatakan, Pemkab Lombok Timur akan menggandeng pihak swasta melalui skema KPBU. Saat ini, pemerintah mulai membangun komunikasi dengan sejumlah pihak yang mendukung investasi tersebut.
“Lombok Timur memiliki jaringan jalan hingga ribuan kilometer. Banyak ruas yang masih gelap. Karena itu kami mencari solusi melalui KPBU,” katanya.
Menurut H. Iron, kerja sama itu akan berlangsung selama 15 tahun. Pemerintah juga akan menggandeng konsultan untuk menghitung kebutuhan lampu jalan.
Konsultan akan memetakan jumlah titik lampu, jarak antarlampu, dan nilai investasi. Hasil kajian itu menjadi dasar pemerintah menentukan kemampuan pembayaran setiap tahun.
DPR RI Dukung Langkah Bupati
Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati, mendukung langkah tersebut. Namun, ia mengingatkan pentingnya pemerataan jaringan listrik. Menurutnya, desa yang belum menikmati listrik akan sulit memperoleh lampu jalan.
“Kalau listrik belum masuk ke desa, penerangan jalan juga sulit. Karena itu kita maksimalkan dulu jaringan listriknya,” katanya.
Politisi asal Partai Golongan Karya (Golkar) itu menegaskan, pemerintah pusat terus mendorong percepatan elektrifikasi di Lombok Timur. Ia juga meminta pemerintah daerah terus mengajukan proposal, agar masyarakat segera menikmati listrik dan penerangan jalan.
Selain itu, H. Iron menyampaikan perkembangan pembangunan ruas Jalan Masbagik. Ia mengatakan usulan itu sudah masuk program Inpres Jalan Daerah. Jika anggaran turun pada Agustus, pemerintah akan memulai pengaspalan pada September. (*)




