AdvertorialKota Mataram

Kota Mataram Raih Terbaik I Creative Financing Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026

Mataram (NTBSatu) – Kota Mataram kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 yang digelar di Senggigi, Lombok, pada 19 Mei 2026, Kota Mataram berhasil meraih penghargaan Terbaik I Kategori Creative Financing untuk regional Maluku dan Nusa Tenggara.

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas keberhasilan Pemerintah Kota Mataram dalam memperkuat tata kelola keuangan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penghargaan diserahkan di hadapan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian; jajaran kementerian teknis; kepala daerah se-Regional Nusa Tenggara dan Maluku; serta para pemangku kepentingan pembangunan daerah.

IKLAN

Pada kategori Creative Financing Award 2026, Kota Mataram dinilai berhasil menghadirkan inovasi pembiayaan daerah melalui penerapan sistem e-Budgeting berbasis teknologi informasi. Inovasi tersebut mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan anggaran dan menekan potensi kebocoran hingga 12 persen dalam dua tahun terakhir.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda kepada Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian mengatakan, keberhasilan daerah tidak lagi diukur dari besarnya anggaran, melainkan dari dampak program yang dirasakan masyarakat.

IKLAN

“Daerah yang berhasil adalah daerah yang mampu menghadirkan inovasi, memperkuat tata kelola pemerintahan, dan memastikan setiap kebijakan menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujar Tito.

Pusat memberikan apresiasi kepada daerah-daerah berprestasi melalui tambahan anggaran insentif fiskal sebesar Rp1 triliun, yang dialokasikan untuk 38 provinsi di Indonesia.

“Insentif ini diberikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus penyemangat, agar pemerintah daerah terus menghadirkan inovasi dan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Tito.

Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal turut mengapresiasi konsistensi Kota Mataram dalam membangun tata kelola pemerintahan yang inovatif dan responsif terhadap persoalan sosial.

“Kota Mataram menjadi contoh daerah yang mampu membangun kolaborasi antara inovasi fiskal dan intervensi sosial secara efektif,” ungkapnya.

Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana menyampaikan, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat Kota Mataram.

Creative financing membuat APBD lebih produktif dan tepat sasaran. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan tata kelola pemerintahan yang inovatif, transparan, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Mohan.

Konsep creative financing yang diterapkan Pemerintah Kota Mataram berfokus pada transformasi menuju entrepreneur government, yakni model pemerintahan yang mampu menggali sumber pembiayaan non-konvensional tanpa terlalu bergantung pada dana transfer pemerintah pusat.

Lima strategi utama yang dijalankan Pemerintah Kota Mataram meliputi optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penerapan teknologi seperti smart tax dan sistem pembayaran pajak non-tunai, pemanfaatan aset daerah agar lebih produktif secara ekonomis, digitalisasi layanan keuangan dan sistem perparkiran, penguatan peran BLUD dan BUMD sebagai motor penggerak ekonomi daerah, serta kolaborasi dengan sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Tidak hanya berdampak pada tata kelola pemerintahan, kebijakan ini juga memberi ruang lebih luas bagi pelaku usaha dan UMKM untuk berkembang.  Atas capaian tersebut, Kota Mataram menerima piagam penghargaan serta insentif fiskal sebesar Rp3 miliar.

Ajang Anugerah Apresiasi Pemerintah Daerah 2026 diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri bersama GarudaTV Group sebagai upaya mendorong kompetisi positif antar daerah dalam mendukung 17 Program Prioritas Nasional.

Penilaian dilakukan terhadap lebih dari 200 kabupaten/kota berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), Kemendagri, Bappenas, serta hasil validasi lapangan.

Keberhasilan Kota Mataram meraih penghargaan tersebut menjadi bukti transformasi birokrasi dan pembangunan berbasis kolaborasi mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. (*)

Artikel Terkait

Back to top button