SMKN 2 Kota Bima Jadi Arena Seleksi Instalasi Listrik Provinsi, Dosen STKIP Taman Siswa Bima Perkuat Tim Juri
Bima (NTBSatu) – Dosen STKIP Taman Siswa Bima, Hardiansyah, M.Pd., menjalankan mandat sebagai juri ahli dalam seleksi kompetisi instalasi listrik tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), di SMKN 2 Kota Bima, 19-20 Mei 2026. Penunjukan keterwakilan akademisi ini menjadi pilar utama dalam menyaring delegasi terbaik yang akan mewakili Provinsi NTB di ajang serupa pada level nasional.
Kehadiran pakar dari perguruan tinggi di meja penjurian bukan sekadar pelengkap administratif. Melainkan, sebuah manuver strategis untuk menjembatani standar industri dengan teori akademik terbaru. Dalam ekosistem vokasi yang kian kompetitif, integritas penilaian menjadi mata uang utama. Guna menjamin siswa yang dikirim ke tingkat pusat benar-benar memiliki presisi teknis dan pemahaman regulasi kelistrikan yang mutakhir.
Agenda dua hari ini mempertemukan empat entitas pendidikan kejuruan terbaik di NTB. Yakni, SMKN 3 Mataram, SMKN 1 Lombok Timur, SMKN 2 Dompu, dan SMKN 2 Kota Bima sebagai tuan rumah. Hari pertama dibuka dengan sesi Technical Meeting yang mengupas tuntas instrumen penilaian serta standarisasi soal. Sementara itu, hari kedua menjadi panggung pembuktian bagi para siswa untuk menunjukkan kemahiran dalam merangkai sistem instalasi listrik yang aman dan efisien.
Kepala SMKN 2 Kota Bima dalam sambutannya menegaskan, pemilihan dewan juri telah melalui pertimbangan ketat berdasarkan kompetensi keilmuan spesifik. Pihak sekolah menjamin seluruh proses perlombaan berlangsung secara transparan dan aman. Mengingat, setiap juri telah menandatangani pakta integritas sebagai komitmen objektivitas penilaian
Meskipun kompetisi ini melibatkan rivalitas antar-sekolah dari Pulau Lombok hingga Pulau Sumbawa, fokus utama tetap berada pada peningkatan standar kompetensi siswa. Seleksi ini menjadi katalisator bagi institusi pendidikan di NTB. Tujuannya, untuk mengukur sejauh mana kurikulum praktik di bengkel-bengkel sekolah mampu menjawab tantangan teknis yang diberikan di level provinsi.
Dukungan Kampus
Ketua STKIP Taman Siswa Bima menyatakan, dukungan penuh terhadap keterlibatan dosen mereka dalam kancah profesional tingkat provinsi. Partisipasi ini dipandang sebagai bentuk pengabdian nyata akademisi dalam mengawal kualitas pendidikan vokasi. Sekaligus, membuktikan institusi pendidikan tinggi di Bima memiliki kapabilitas yang mendapat pengakuan secara regional.
Secara teknis, tantangan yang peserta hadapi tidak hanya berkutat pada penyambungan kabel. Tetapi juga, pada estetika pemasangan, efisiensi material, dan kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja. Harapannya, penilaian juri yang menggabungkan perspektif praktisi dan akademisi mampu melahirkan jawara. Tidak hanya mahir secara manual, tetapi juga sistematis dalam berpikir.
Di tengah keterbatasan jumlah peserta yang masuk ke babak provinsi, antusiasme yang para perwakilan dari Mataram, Lombok Timur, dan Dompu tunjukkan mencerminkan tingginya prestise kompetisi ini. Bagi para siswa, kemenangan di level ini adalah tiket emas untuk membawa nama harum Nusa Tenggara Barat ke panggung nasional.
Berakhirnya kompetisi ini pada 20 Mei 2026 akan ditandai dengan penetapan juara berdasarkan akumulasi skor objektif dari tim juri. Hasil dari seleksi di SMKN 2 Kota Bima ini akan menjadi laporan final bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, dalam mempersiapkan langkah pembinaan lanjutan menuju ajang nasional mendatang.
Implikasi dari kolaborasi antara sekolah menengah kejuruan dan akademisi perguruan tinggi ini, memberikan sinyal positif bagi penguatan ekosistem tenaga kerja di masa depan. Ketajaman penilaian yang berbasis pada fakta integritas dan keahlian lintas sektor memastikan, proses seleksi ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Melainkan, upaya serius dalam mencetak teknisi listrik andal yang siap bersaing di kancah yang lebih luas. (*)




