Tenun Tradisional Lombok Tengah Dipacu Naik Kelas Jadi Produk Bernilai Tinggi
Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) menggelar ajang Muslim Fashion Festival 2026 dengan mengusung tema “Asmaranala Wastra Mandalika”.
Kegiatan ini diselenggarakan untuk memeriahkan Hari Jadi ke-81 Kabupaten Lombok Tengah. Selain itu, kegiatan ini menjadi wadah bagi desainer lokal dalam mengolah kain tenun tradisional menjadi busana muslim modern bernilai tinggi.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Tengah, H. Lalu Firman Wijaya, S.T., M.T., menegaskan kain tenun tradisional daerah memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi aneka ragam produk busana modern yang bernilai ekonomis tinggi. Kain tersebut tidak terbatas sekadar busana adat tradisional semata.
“Sebagai kabupaten yang menempatkan pariwisata sebagai salah satu sektor andalan, kegiatan seperti ini perlu berlanjut. Kegiatan ini perlu menjadi agenda tahunan karena dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif sebagai pendukung pariwisata,” ungkapnya pada Senin, 2 Oktober 2026.
Kompetisi mode ini menghadirkan kategori lomba desain baru yang menarik antusiasme tinggi dari berbagai daerah. Sebanyak 20 desainer berhasil melaju ke babak berikutnya dari total 36 peserta awal yang berasal dari sejumlah wilayah di NTB.
Pengembangan Industri Kreatif
Pemkab Lombok Tengah menaruh perhatian besar terhadap pemberdayaan pelaku industri kreatif lokal. Termasuk para penjahit daerah agar mampu meningkatkan kapasitas dan kompetensi mereka menjadi desainer busana profesional.
Perhelatan ini sekaligus merangkul generasi muda dari kalangan siswa-siswi sekolah menengah kejuruan (SMK) serta peserta pelatihan dari Balai Latihan Kerja (BLK) Lombok Tengah.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Lombok Tengah, Hj. Baiq Nurul Aini Pathul Bahri, menjelaskan tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini.
“Kegiatan ini tidak hanya bertujuan mencari pemenang, tetapi juga mendorong lahirnya desainer-desainer lokal. Agar mereka mampu bersaing dan mengembangkan potensinya,” ujarnya pada Sabtu, 31 Oktober 2026.
Perluasan Akses Pasar
Pemkab Lombok Tengah berharap penyelenggaraan festival pada tahun-tahun mendatang dapat merangkul partisipasi peserta yang lebih luas serta menghadirkan juri profesional tingkat nasional.
Langkah strategis ini bertujuan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi para finalis dan pemenang untuk membawa karya kreatif mereka menembus pasar yang lebih besar.
Guna menunjang pemasaran produk kerajinan dan busana lokal, pemerintah daerah telah menyediakan fasilitas khusus. Selain itu, Pemkab Lombok tengah menyediakan Galeri Dekranasda Kabupaten Lombok Tengah yang berlokasi di area Mall Pelayanan Publik.
Kehadiran galeri ini berfungsi optimal sebagai pusat promosi serta transaksi langsung bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kegiatan ini berlangsung di kawasan Car Free Night Kota Praya pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Melalui rangkaian Muslim Fashion Festival 2026 ini, potensi wastra Mandalika semakin dikenal luas, kreativitas desainer daerah terus terasah, serta sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat dapat bergerak semakin progresif. (*)




