Advertorial

Dana Desa Berdaya Labuhan Burung Siapkan Rp10 Juta untuk Pengembangan UMKM Perempuan

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Desa Labuhan Burung, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa, mengalokasikan anggaran Rp10 juta melalui program Desa Berdaya 2026 untuk mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masyarakat.

Program tersebut menyasar pemberdayaan perempuan, khususnya ibu-ibu PKK dan kader Posyandu. Pemerintah desa ingin memanfaatkan program ini untuk membuka peluang usaha sekaligus membantu meningkatkan pendapatan masyarakat.

Kepala Desa Labuhan Burung, Iwan Iskandar Putra mengatakan, pemerintah desa sebelumnya pernah menjalankan program pemulihan ekonomi bagi perempuan, khususnya para janda. Saat itu, pemerintah desa memberikan modal usaha masing-masing Rp1 juta kepada penerima manfaat.

“Dulu kita punya program pemulihan ekonomi para janda. Itu kami berikan modal usaha waktu itu sama-sama Rp1 juta. Ada banyak yang gagal, tetapi ada juga yang berhasil,” ujarnya kepada NTBSatu, Jumat, 30 Oktober 2026.

Iwan menjelaskan, salah satu usaha yang berhasil berkembang menghasilkan produk lokal bernama Kadesku atau Karopo Desaku. Produk tersebut berupa kerupuk berbahan dasar ikan tongkol yang melibatkan ibu-ibu dalam proses produksinya.

Pemerintah desa mengembangkan keterampilan tersebut melalui pelatihan bersama Wildlife Conservation Society (WCS) dan Bentang Nusantara.

“Karopo itu bahasa Sumbawanya kerupuk. Jadi, ibu-ibu pernah mengikuti pelatihan bersama WCS dan Bentang Nusantara untuk membuat kerupuk dari bahan ikan tongkol. Usaha itu sempat berjalan,” jelasnya.

Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan

Melalui alokasi Rp10 juta dalam program Desa Berdaya, pemerintah desa ingin mengembangkan kembali kegiatan usaha masyarakat. Iwan menyebut, ibu-ibu PKK dan kader Posyandu memiliki peluang untuk mengembangkan usaha kecil dengan memanfaatkan keterampilan yang sudah mereka miliki.

Menurutnya, pemberdayaan tersebut juga menjadi salah satu upaya membantu meningkatkan pendapatan perempuan di desa. Terlebih, insentif kader Posyandu tahun ini mengalami pengurangan.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB, Baiq Nelly Yuniarti menjelaskan, Desa Berdaya Transformatif menyasar langsung keluarga miskin ekstrem melalui pendampingan dan pemberdayaan ekonomi.

Dalam pendekatan tersebut, pemerintah tidak hanya memberikan bantuan modal, tetapi juga membantu masyarakat menentukan jenis usaha sesuai potensi dan kemampuan masing-masing.

“Pendamping akan mengidentifikasi potensi dan kemampuan keluarga untuk menentukan jenis usaha yang sesuai,” jelas Nelly, Jumat, 30 Oktober 2026.

Nelly menambahkan, pemerintah juga memberikan bantuan peralatan usaha agar penerima manfaat dapat menjalankan kegiatan ekonomi produktif. Pendamping kemudian mengawal perkembangan usaha agar bantuan tersebut memberikan hasil berkelanjutan.

Melalui pengembangan UMKM, Pemerintah Desa Labuhan Burung berharap perempuan desa memiliki kesempatan membangun usaha mandiri, meningkatkan pendapatan, sekaligus mengembangkan produk lokal. (*)

Artikel Terkait