Unram Dorong Ekowisata “Bird Watching” Berbasis Konservasi di TWA Kerandangan
Mataram (NTBSatu) – Universitas Mataram (Unram) mendorong pengembangan ekowisata bird watching berbasis konservasi melalui program penguatan kapasitas pemandu wisata pada Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kerandangan, Lombok Barat.
Program bertajuk “Penguatan Kapasitas Pemandu Wisata Bird Watching Di Kawasan Konservasi TWA Kerandangan Dalam Upaya Meningkatkan Daya Tarik Wisata” memanfaatkan potensi keanekaragaman hayati kawasan sebagai daya tarik wisata.
TWA Kerandangan memiliki berbagai spesies burung endemik yang berpotensi menarik wisatawan nusantara maupun mancanegara.
Namun, pengembangan potensi tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan. Kemampuan pemandu lokal dalam mengenali spesies burung, menjalankan teknik guiding, serta memanfaatkan teknologi digital untuk promosi masih perlu penguatan.
Unram kemudian menghadirkan pelatihan yang berfokus pada identifikasi burung, teknik guiding, komunikasi wisata, serta pemanfaatan teknologi digital.
Langkah tersebut bertujuan meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan sekaligus memperkuat peran pemandu dalam pengembangan ekowisata.
Perkuat Kapasitas Pemandu
Tim Unram menjalankan program melalui sejumlah tahapan, mulai dari sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, evaluasi, hingga penyusunan strategi keberlanjutan.
Pemandu lokal juga memperoleh pengenalan terhadap aplikasi digital, media sosial, dan berbagai platform untuk mendokumentasikan serta mempromosikan aktivitas bird watching.
Hasil pelatihan memperlihatkan peningkatan kemampuan teknis peserta. Pemandu kini memahami penggunaan binocular dan kamera untuk menunjang aktivitas pengamatan. Mereka juga belajar mengenali burung melalui suara, perilaku, serta ciri visual pada habitat alaminya.
Program tersebut juga menempatkan pemandu sebagai agen konservasi. Mereka tidak hanya menjalankan fungsi sebagai pendamping wisatawan, tetapi turut menyampaikan edukasi mengenai pentingnya menjaga burung dan ekosistemnya.
Selaras dengan Target SDGs
Penguatan ekowisata TWA Kerandangan juga memiliki keterkaitan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs).
Program Unram mendukung SDG 8 atau Decent Work and Economic Growth melalui peningkatan keterampilan pemandu serta pembukaan peluang pendapatan dari aktivitas ekowisata.
Program ini juga mendukung SDG 12 atau Responsible Consumption and Production dengan mendorong aktivitas wisata yang memperhatikan keberlanjutan sumber daya alam.
Wisatawan tidak hanya menikmati keindahan kawasan, tetapi juga memperoleh edukasi mengenai perilaku wisata yang bertanggung jawab.
Sementara itu, SDG 15 atau Life on Land menjadi bagian penting karena kegiatan bird watching dapat memperkuat perhatian masyarakat terhadap keanekaragaman hayati, burung, dan habitat alaminya.
Pengetahuan pemandu turut membantu wisatawan memahami nilai ekologis kawasan sehingga aktivitas wisata berjalan seiring dengan upaya konservasi.
Keterkaitan tersebut menunjukkan bahwa program pengabdian Unram tidak hanya berorientasi pada pengembangan destinasi wisata.
Program juga menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pertumbuhan ekonomi lokal, edukasi lingkungan, dan perlindungan ekosistem dalam satu pendekatan berkelanjutan.
Program ini juga memberi pengalaman praktis bagi mahasiswa Unram. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian memungkinkan mereka menerapkan kompetensi akademik pada persoalan nyata yang berkaitan dengan konservasi dan pemberdayaan masyarakat.
Unram juga mendorong keberlanjutan program melalui pembentukan komunitas atau kelompok kerja pemandu wisata lokal. Kelompok tersebut dapat menjadi modal sosial untuk menjaga aktivitas bird watching sekaligus melanjutkan edukasi konservasi setelah rangkaian program berakhir.
Pengembangan TWA Kerandangan menunjukkan peluang bagi konservasi dan ekonomi lokal untuk tumbuh secara beriringan.
Penguasaan pengetahuan, keterampilan, serta teknologi oleh masyarakat dapat memperkuat kawasan sebagai ruang edukasi sekaligus sumber ekonomi berkelanjutan. (*)




