Gubernur NTB “Sembek” Marc Marquez, Beri Doa Khusus Taklukkan Tikungan Mandalika
Mataram (NTBSatu) – Gubernur NTB, H. Lalu Muhamad Iqbal membagikan momen keakrabannya saat bertemu dengan pembalap ternama Marc Marquez menjelang gelaran MotoGP di Sircuit Mandalika.
Iqbal juga memberikan doa keselamatan khusus layaknya ritual sembek atau ditiup/dijampi.
Ia mengatakan, langkah unik ini ia lakukan agar sang rider mampu menaklukkan tikungan Sirkuit Mandalika yang sempat membuatnya kesulitan pada edisi-edisi sebelumnya.
Iqbal membeberkan, secara langsung dorongan semangat serta doa yang ia panjatkan untuk sang juara dunia MotoGP tersebut.
“Aku sudah ngobrol sama Marquez. Marquez, mari saya doakan kamu, aku bilang. Terus langsung tak tiup ini,” ujar Iqbal, Rabu 7 Oktober 2026.
Selanjutnya, ia menyampaikan bahwa momentum balapan yang bertepatan dengan tanggal ganjil membawa keyakinan tersendiri.
Menurutnya, hari baik ini bisa membawa keberkahan dan keselamatan bagi pembalap berjuluk The Baby Alien tersebut.
“Bismillah, ini tanggal ganjil, tanggal-tanggal sakral ini. Insyaallah kamu bisa melewati tikungan itu,” kata Iqbal saat mengulang ucapan doanya kepada Marquez.
Anggap Mandalika Sebagai Rumah Sendiri
Di sisi lain, Iqbal menjelaskan, Marquez mengaku masih menyimpan rasa penasaran yang besar untuk menaklukkan lintasan Mandalika.
Kendati sang pembalap pernah mengalami nasib kurang beruntung pada musim-musim lalu, Iqbal melihat bahwa Marquez tetap menaruh rasa cinta yang besar terhadap Lombok.
Oleh karena itu, Iqbal sangat optimistis pembalap asal Spanyol tersebut mampu meraih hasil maksimal pada balapan kali ini.
“Walaupun dia enggak berhasil di situ, tetap aja dia pemenangnya. Dia senang banget dengan Mandalika. Tadi Marquez benar-benar ngomong bahwa dia menganggap Mandalika ini sudah seperti home base markas/rumahnya sendiri,” tutur Gubernur.
Persiapan Matang dan Kebanggaan Warga NTB
Lebih lanjut, Iqbal menilai bahwa pihak penyelenggara telah menyiapkan gelaran MotoGP tahun ini secara jauh lebih matang. Pada saat yang sama, masyarakat setempat juga menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi dalam menyambut para pembalap dunia.
Oleh sebab itu, Iqbal menegaskan bahwa Mandalika kini bukan sekadar tempat menumpang ajang balap internasional. Sebaliknya, ajang ini telah menjelma menjadi agenda rutin bersama yang mengangkat martabat dan kebanggaan warga NTB.
“Sekarang sudah enggak ada istilah tamu atau tuan rumah. Merekapun merasa Mandalika ini sudah seperti rumah sendiri. Ini kegiatan rutin kita yang harus kita sukseskan bersama-sama,” tuturnya. (*)




