Kota MataramPemerintahan

Pascatragedi Pembacokan di Udayana, Mohan Ingatkan Pelajar Jangan FOMO

Mataram (NTBSatu) – Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, menemui pengurus Forum OSIS SMP se-Kota Mataram di Kantor Wali Kota, Senin, 2 November 2026.

Pertemuan ini menjadi langkah responsif pemerintah daerah merangkul kalangan pelajar guna memutus rantai kekerasan sekolah maupun jalanan.

Langkah tersebut menyusul maraknya aksi kekerasan remaja Kota Mataram yang berujung tragedi memilukan pada Minggu subuh, 25 Oktober 2026.

Kelompok pemuda menyerang warga secara acak di tiga titik sekaligus, yaitu Punia, area Lombok Epicentrum Mall, serta Jalan Udayana.

Insiden pembacokan di Jalan Udayana memakan korban Muhammad Gibran Anugrah Aditya, siswa SMPN 3 Mataram.

Kelompok pelaku mengepung lalu menyerang korban menggunakan senjata tajam saat mencari kuliner subuh.

Petugas sempat membawa Gibran ke RSUD H. Moh. Ruslan untuk perawatan intensif ruang kritis. Namun, Gibran mengembuskan napas terakhirnya Selasa siang, 27 Oktober 2026.

Menanggapi tragedi tersebut, Wali Kota Mohan mewanti-wanti para pelajar agar tidak mudah terbawa arus pergaulan negatif atau fenomena Fear of Missing Out (FOMO).

Mohan meminta para siswa memegang teguh etika serta adab agar tidak terjerumus aksi ikut-ikutan yang merugikan.

“Kalau kalian merasa tidak perlu terhadap sesuatu yang sedang menjadi tren, tidak usah ikut-ikutan. Lawan hal tersebut dengan etika dan adab. Itu jauh lebih mulia dan lebih baik. Etika dan adab itu penting sekali, bahkan lebih tinggi daripada ilmu,” tegas Mohan.

Mohan menambahkan, anak muda tidak perlu mengejar pengakuan atau eksistensi diri lewat cara-cara keliru. Karakter positif justru lahir dari disiplin dan prestasi nyata.

“Kalau kalian tidak terlalu cerdas, kemampuan kalian mungkin tidak terlalu baik, hadapi dan lawan itu dengan disiplin. Hargai waktu, atur waktu kalian dengan baik, karena waktu berjalan begitu cepat,” ujarnya.

Komitmen Osis Jadi Pelopor Kedamaian

Dalam audiensi tersebut, Forum OSIS SMP se-Kota Mataram membacakan deklarasi bersama menolak segala bentuk kekerasan sekaligus berkomitmen menjadi pelopor kedamaian.

Langkah nyata para siswa berlanjut lewat peluncuran platform website serta aplikasi posko pengaduan sebagai wadah aman bagi pelajar menyampaikan keluhan dan mencari solusi atas masalah mereka.

Mohan mengapresiasi inovasi platform pengaduan tersebut karena membuktikan kecerdasan analisis maupun kreatif para siswa. Ketua Forum OSIS SMP Kota Mataram, Adriene, mengungkapkan kepergian rekan sesama pelajar harus menjadi momentum bagi seluruh siswa untuk saling menjaga.

“Deklarasi ini menjadi pengingat untuk kami, kalau membangun kota yang aman dan damai bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Pelajar pun memiliki peran penting melalui sikap, tindakan, dan keberanian untuk saling menjaga,” pungkas siswi SMPN 7 Mataram tersebut. (*)

Artikel Terkait