Pemkab Sumbawa Kejar Penyelesaian Tiga Proyek SPAM pada 2026
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa mengawal penyelesaian tiga paket pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang ditargetkan rampung pada 2026. Sejumlah pekerjaan masih menghadapi kendala teknis, mulai dari pembangunan jaringan SPAM Semongkat hingga kebutuhan listrik SPAM Marente.
Persoalan lainnya muncul pada jaringan distribusi menuju Kecamatan Moyo. Pemasangan pipa HDPE berdiameter 6 inci sepanjang sekitar 3,5 kilometer belum sepenuhnya selesai. Kondisi material di sekitar jalur jalan juga memunculkan kekhawatiran terhadap keselamatan pengguna jalan.
Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., mengatakan pemenuhan kebutuhan air bersih membutuhkan perencanaan dan pembangunan jaringan yang matang. Pemerintah juga perlu memastikan kesiapan operasional serta pengelolaan layanan secara berkesinambungan.
“Pemenuhan kebutuhan air bersih membutuhkan perencanaan, pembangunan jaringan, kesiapan operasional, serta pengelolaan layanan yang berkesinambungan. Karena itu, percepatan proyek SPAM menjadi salah satu aspek yang perlu kita kawal bersama agar manfaat pembangunan dapat masyarakat rasakan,” ujarnya.
Tiga Paket SPAM Hadapi Persoalan Teknis
Pemkab Sumbawa membahas kendala tersebut bersama Tim Subdirektorat Air Minum Wilayah II, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Perumdam Batulanteh.
Pada proyek SPAM Semongkat, penyedia jasa perlu mengoptimalkan tenaga kerja, mobilisasi material, dan penggunaan peralatan untuk mengejar target penyelesaian.
Sementara itu, SPAM Marente membutuhkan dukungan jaringan listrik untuk menunjang operasional. Koordinasi dengan instansi terkait perlu memperjelas lingkup pekerjaan dan tanggung jawab penyelesaiannya.
Adapun jaringan distribusi menuju Kecamatan Moyo masih menyisakan pekerjaan pemasangan pipa sepanjang sekitar 3,5 kilometer. Dalam pembahasan tersebut, tim juga menyoroti material dan bagian pekerjaan di sekitar jalur jalan yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.
Bahkan, muncul laporan kecelakaan yang diduga berkaitan dengan kondisi lokasi proyek. Penyedia jasa bersama tim teknis perlu memeriksa kondisi lapangan, mengamankan area pekerjaan, dan menyelesaikan pemasangan pipa yang tersisa.
Perumdam Batulanteh Soroti Kebutuhan Perluasan Layanan
Direktur Perumdam Batulanteh, H. Abdul Hakim, S.E., menyampaikan kebutuhan pengembangan pelayanan air minum di Kabupaten Sumbawa masih cukup besar. Dukungan pemerintah pusat diperlukan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan memperluas cakupan pelayanan.
“Kebutuhan pengembangan pelayanan air minum di Kabupaten Sumbawa masih cukup besar. Oleh karena itu, dukungan pemerintah pusat sangat diperlukan untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dan memperluas cakupan pelayanan,” ujarnya, Senin, 2 November 2026.
Selain penyelesaian konstruksi, tim teknis juga menyoroti sejumlah sambungan rumah yang belum menunjukkan kejelasan lokasi bangunannya. PERUMDAM Batulanteh bersama pihak terkait perlu memeriksa kembali titik sambungan tersebut.
Rencana pengembangan pelayanan ke Kecamatan Moyo dan wilayah lainnya juga mengacu pada Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM) daerah serta rencana bisnis PERUMDAM Batulanteh.
Pemkab Sumbawa bersama pemerintah pusat dan PERUMDAM Batulanteh membahas penyelesaian pekerjaan, penanganan kendala teknis, serta kesiapan pengoperasian infrastruktur agar tiga paket SPAM dapat mencapai target penyelesaian pada 2026. (*)




