Kelangkaan Semen Berpotensi Hambat Revitalisasi Sekolah di Lombok Timur
Lombok Timur (NTBSatu) – Kelangkaan semen dan kenaikan harga material berpotensi memperlambat progres program revitalisasi sekolah di Kabupaten Lombok Timur. Kondisi ini menjadi perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur karena pemerintah menargetkan penyelesaian pekerjaan pada Desember 2026.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur, Lalu Bayan Purwadi mengatakan, kelangkaan semen mulai terasa dalam sekitar dua pekan terakhir.
Selain sulit mendapatkan material, kenaikan harga semen juga menyulitkan pelaksanaan pekerjaan agar tetap sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan.
“Progresnya mungkin tetap berjalan, tetapi waktunya agak lambat karena semen agak langka dan harganya cukup tinggi,” kata Bayan, Minggu, 11 Oktober 2026.
Ia menyebut, harga semen yang beredar berdasarkan informasi yang diterimanya mencapai Rp90 ribu hingga Rp95 ribu per sak. Bahkan, harga sejumlah produk dilaporkan mendekati Rp100 ribu per sak.
Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi jadwal penyelesaian revitalisasi sekolah. Jika pasokan dan harga semen belum kembali normal, pelaksana proyek berpotensi kesulitan mengejar target penyelesaian pekerjaan pada Desember 2026.
“Deadline-nya memang seharusnya bulan Desember,” ujarnya.
Penanganan Butuh Koordinasi
Bayan menjelaskan, persoalan kelangkaan semen tidak hanya berdampak pada program revitalisasi sekolah. Sejumlah program pemerintah di sektor lain, termasuk kesehatan dan pekerjaan umum, juga membutuhkan material yang sama.
Karena itu, ia menilai, penanganan masalah tersebut membutuhkan perhatian bersama dari pemerintah, bukan hanya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, lanjutnya, dapat memberikan informasi terkait kondisi di lapangan sebagai bahan pertimbangan untuk menyusun kebijakan lanjutan.
Salah satu opsi yang memungkinkan ialah penyesuaian melalui adendum sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
“Ini permasalahan kita semua, permasalahan pemerintah. Kita mungkin akan memberikan maklumat dalam bentuk adendum atau sebagainya dari masing-masing bidang yang menerima manfaat program revitalisasi itu,” jelasnya.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur juga terus memantau perkembangan pasokan semen untuk mengantisipasi keterlambatan pekerjaan.
Bayan mengatakan, pihaknya menaruh perhatian serius agar progres revitalisasi tetap sesuai dengan target.
Ia menambahkan, tidak seluruh sekolah dalam program revitalisasi membutuhkan semen dalam jumlah yang sama. Dari sekitar 215 sekolah yang masuk dalam program tersebut, sebagian hanya memerlukan pekerjaan ringan atau rehabilitasi tertentu.
“Harapannya, mudah-mudahan pada minggu ketiga atau keempat sudah ada perubahan terkait kondisi pasokan semen,” kata Bayan.
Dengan begitu, pelaksana pekerjaan dapat mengejar progres dan menjaga target penyelesaian revitalisasi sekolah pada akhir tahun ini. (*)




