Kota MataramPemerintahan

Tanjung Karang Targetkan Nol Stunting

Mataram (NTBSatu) – Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, menargetkan nol kasus stunting pada 2027. Pemerintah kelurahan memperkuat upaya pencegahan, intervensi gizi, serta keterlibatan keluarga guna mendukung tumbuh kembang anak.

Lurah Tanjung Karang, H. Ahmad Gunawan mengatakan, jumlah kasus stunting terus menurun. Dari sekitar 60 anak pada 2025, angka tersebut kini tersisa 32 anak berdasarkan data hingga April 2026.

“Tahun ini sudah menurun, jumlahnya 32 kasus stunting Kelurahan Tanjung Karang,” ujarnya, Minggu, 11 Oktober 2026.

Menurut Gunawan, capaian tersebut tidak terlepas dari kolaborasi Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB. Salah satu langkah penanganan berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada anak yang mengalami stunting.

Selain intervensi pemerintah, pola asuh orang tua turut memengaruhi keberhasilan penanganan. Pemenuhan gizi dan perhatian terhadap pertumbuhan anak sejak dini menjadi bagian penting dalam mencegah gangguan pertumbuhan.

Gunawan menegaskan, penanganan stunting membutuhkan kerja bersama. Pemerintah, keluarga, dan masyarakat perlu mengambil peran agar upaya pencegahan maupun penanganan berjalan berkelanjutan.

“Kita keroyokan mengenai stunting ini. Dari pencegahan sampai proses penyembuhannya,” katanya.

Sementara itu, kontribusi sektor swasta masih perlu diperluas. Gunawan menyebut keterlibatan pelaku usaha sejauh ini masih terbatas, salah satunya berasal dari kelompok Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) pernah ada sebelumnya. Namun, bantuan tersebut kini tidak lagi berjalan.

Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah kelurahan dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor. Dukungan pelaku usaha, ia harapkan kembali meningkat guna menunjang program pencegahan dan penanganan stunting.

Dengan 32 anak masih mengalami stunting, target nol kasus pada 2027 membutuhkan intervensi konsisten serta pencegahan kasus baru.

Pemerintah kelurahan berharap seluruh pihak berkontribusi sesuai kapasitas masing-masing demi mewujudkan generasi sehat.

“2027, kalau bisa kita nol stunting,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait