Korban Terakhir Pemancing Terseret Arus di Bima Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
Mataram (NTBSatu) – Operasi SAR terhadap pemancing yang terseret arus di Pantai Baku, Desa Sumi, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, berakhir pada hari kedua pencarian, Minggu, 11 Oktober 2026. Tim menemukan korban terakhir atas nama Muhidin (47) dalam keadaan meninggal dunia.
Koordinator Pos SAR Bima, M. Firdaus, mengonfirmasi penemuan korban terakhir tersebut sekaligus menutup operasi SAR. “Dengan ini, operasi pencarian tiga pemancing yang terseret arus dinyatakan ditutup,” katanya.
Petugas kemudian mengevakuasi jasad korban ke Desa Kangga, lalu membawanya ke Puskesmas Dumu, Kecamatan Langgudu, sebelum menyerahkannya kepada pihak keluarga.
Sebelumnya, Tim SAR mendapatkan informasi tiga pemancing terserah arus saat air pasang pada di perairan Pantai Baku, Sabtu, 10 Oktober 2026.
“Dua dari tiga pemancing tersebut meninggal dunia, yakni Nisfu Sya’ban (32) dan Muhidin. Sedangkan Madi Lau (46) tim menemukannya dalam keadaan selamat,” beber Firdaus.
Pencarian hari kedua nulai sejak pukul 06.00 Wita. Tim SAR Gabungan bergerak menuju lokasi kejadian untuk menyisir perairan Pantai Baku.
Sekitar pukul 12.00 Wita, Tim SAR Gabungan menerima informasi bahwa korban ketiga terlihat mengambang sekitar 10 meter dari lokasi kejadian. Tim SAR segera menuju titik lokasi untuk melakukan evakuasi.
Unsur yang terlibat dalam operasi SAR ini antara lain Tim Rescue Pos SAR Bima, Polsek Langgudu, Ditpolairud Polda NTB. Kemudian Satpolairud Polres Kota Bima, BPBD Kabupaten Bima, Tagana Dinas Sosial Kabupaten Bima, Koramil Langgudu, serta nelayan dan masyarakat setempat. (07)




