Dianggap Lamban Tangani Kebakaran Pasar Keruak, Damkarnat Lombok Timur Beri Penjelasan
Lombok Timur (NTBSatu) – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarnat) Lombok Timur membantah anggapan warga soal lambannya respons petugas saat menangani kebakaran ruko di Pasar Keruak.
Sebelumnya, Amy Musfika menyoroti penanganan kebakaran tersebut melalui unggahannya di media sosial. Dalam postingannya, Amy menyebut armada Damkar dari Selong tiba sekitar 40 menit setelah kejadian.
Ia juga menyebut warga sempat kesulitan menghubungi Damkar Keruak karena telepon tidak tersambung.
Kepala Damkarnat Lombok Timur, Widayat memberikan penjelasan berbeda. Ia mengatakan petugas langsung merespons laporan kebakaran tersebut.
Menurutnya, kendala muncul karena armada Damkar yang biasa melayani wilayah Keruak sedang menjalani perbaikan.
“Respon kita 15 menit. Sampai di situ karena ini menggunakan Mako di Jerowaru, Keruak, jadi butuh waktu sekitar 20 menit,” kata Widayat saat dikonfirmasi Selasa, 1 September 2026.
Ia menjelaskan, petugas tetap berada di lokasi untuk melakukan penyiraman setelah tiba.
Widayat juga memastikan Damkarnat tetap menempatkan personel untuk berjaga di wilayah Keruak. Namun, kondisi kendaraan yang sedang menjalani perbaikan membuat petugas tidak dapat langsung bergerak menggunakan armada tersebut.
“Ada yang piket, tetap ada. Cuma karena kendaraan masih diperbaiki,” ujarnya.
Persoalan armada, kata Widayat, memang menjadi salah satu tantangan Damkarnat Lombok Timur dalam memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat.
Keterbatasan Unit Armada
Saat ini, Damkarnat Lombok Timur memiliki tujuh armada. Namun, hanya lima unit yang masih beroperasi. Dua unit lainnya mengalami kerusakan.
Kondisi tersebut membuat petugas harus mengatur penggunaan armada yang tersedia untuk menjangkau wilayah yang luas.
Widayat menegaskan penempatan armada di sejumlah wilayah bukan berdasarkan tingkat kerawanan kebakaran. Damkarnat mempertimbangkan jangkauan waktu respons.
“Bukan rawan, jangkauan response time-nya. Kita pastikan kita taruh di situ untuk response time-nya,” jelasnya.
Ia mengakui kondisi armada Damkarnat masih jauh dari ideal. Karena itu, pihaknya terus mengupayakan tambahan kendaraan agar petugas dapat memberikan respons lebih cepat ketika masyarakat membutuhkan bantuan.
Widayat berharap, pengadaan dua armada baru pada tahun depan dapat terealisasi. Pengadaan itu bisa berasal dari anggaran pemerintah daerah maupun dukungan pihak swasta melalui CSR. (*)




