PemerintahanSumbawa Barat

Dinkes KSB Bidik Pemetaan IKB-STBM Rampung dalam 30 Hari

Sumbawa Barat (NTBSatu) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumbawa Barat terus mematangkan langkah untuk menuntaskan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Petugas lapangan saat ini mengumpulkan data Indeks Kesadaran Ber-STBM di seluruh desa.

Kepala Dinas Kesehatan KSB, dr. Carlof Sitompul, M.MRS., MQM., memilih untuk fokus menjaga keberlanjutan perilaku hidup bersih warga secara mandiri. Pemerintah daerah tidak lagi sekadar mengejar angka capaian seratus persen di atas kertas.

“Saat ini kami tidak hanya berorientasi mengejar angka STBM 100 persen. Kami ingin memastikan masyarakat mempertahankannya secara mandiri melalui gerakan KSB Sadar STBM,” kata dr. Carlof kepada NTBSatu, Selasa, 22 September 2026. 

IKLAN

Dinas Kesehatan KSB menggandeng seluruh puskesmas guna memeriksa kondisi sanitasi warga secara langsung. Tim penilai mencatat capaian lima pilar STBM sekaligus mengukur faktor risiko lingkungan.

Fokus Tangani Sampah dan Limbah

Dinas kesehatan menaruh perhatian khusus pada pilar pengelolaan sampah serta limbah cair rumah tangga. dr. Carlof menilai, kedua pilar tersebut membutuhkan penanganan ekstra keras dan keterlibatan lintas sektor.

“Perhatian kita terutama masih pada Pilar 4 dan Pilar 5. Kedua pilar ini relatif lebih kompleks serta membutuhkan perubahan perilaku yang konsisten,” ujarnya.

IKLAN

Pemerintah daerah memfokuskan intervensi program berdasarkan hasil peta risiko di setiap wilayah. Kepala Dinas Kesehatan KSB menegaskan, intervensi tersebut akan menyasar kebutuhan spesifik tiap area.

“Intervensi nantinya tidak kita lakukan secara umum. Kami mengarahkannya sampai tingkat desa berdasarkan kondisi pilar masing-masing,” tambahnya.

Dinkes KSB mematok target waktu yang jelas untuk menyelesaikan seluruh tahapan pemetaan awal ini. dr. Carlof mengejar penuntasan pengumpulan data dalam kurun satu bulan ke depan.

“Kita targetkan 30 hari ke depan sejak di-launching kita bisa dapatkan IKB-STBM dari masing-masing desa,” tegasnya.

Puskesmas bersama pemerintah kecamatan dan desa bakal mendampingi wilayah yang memiliki indikator rendah. Tim menggandeng para kader serta OPD terkait untuk memperkuat pembinaan lapangan.

Gerakan KSB Sadar STBM menjadi pijakan utama dalam mengubah budaya hidup bersih warga. Pemerintah optimistis pendekatan baru ini mampu menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih sehat. (*) 

Artikel Terkait