HEADLINE NEWSLombok Barat

Perjalanan Terjal Melawan Tradisi Pernikahan Dini di Lombok Barat

Jarum jam menunjukkan pukul 11.00 Wita ketika tim NTBSatu memacu kendaraan meninggalkan hiruk-pikuk Kota Mataram. Tujuan kami adalah wilayah perbukitan Lombok Barat, tempat fenomena pernikahan anak kembali mencuat yang melibatkan siswi yang seharusnya masih bergelut dengan buku pelajaran di bangku Sekolah Dasar (SD). Berikut hasil liputannya.

———————

Perjalanan menuju lokasi jauh dari kata mulus. Meski penunjuk arah di layar ponsel berbasis Global Positioning System (GPS) telah aktif. Tim sempat tersesat di persimpangan jalan desa yang minim rambu. Medan pun kian menantang, tanjakan curam, jalanan berlubang, hingga badan jalan yang amblas akibat longsor menjadi pemandangan yang tak terelakkan. Kondisi ini seolah menjadi potret nyata terbatasnya akses infrastruktur menuju wilayah tersebut.

Keletihan perjalanan perlahan terbayar saat kami tiba di lokasi. Udara perbukitan yang sejuk menyambut kedatangan tim, bersama dua sosok guru yaitu Kepala Sekolah dan Wali Kelas yang telah mendedikasikan hidupnya untuk mendidik anak-anak di pelosok Lombok Barat. 

Di ruang Kepala Sekolah, obrolan pun dimulai. Dari sanalah tabir realitas pahit tentang masa depan anak-anak di daerah ini terbuka. Dalam diskusi tersebut terungkap fakta mencengangkan. Salah satu siswi yang terlibat kasus pernikahan anak bahkan masih duduk di kelas 5 SD. 

Pihak sekolah memetakan bahwa keretakan rumah tangga atau broken home menjadi salah satu pemicu utama. Ayah yang sibuk bekerja di luar rumah, pergi pagi, pulang sore bahkan malam hari, membuat pengawasan terhadap anak menjadi longgar.

1 2 3 4Laman berikutnya

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button