Pemerintahan

TPA Kebon Kongok “Sesak”, Pemprov Bangun Landfill Baru

Mataram (NTBSatu) – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, Lombok Barat over kapasitas. Daya tampung tidak lagi memungkinkan untuk volume sampah yang semakin banyak. 

Bahkan, tak cukup menampung produksi sampah dari Kota Mataram yang 300 ton per hari. Sementara itu, daya tampung landfill dua di TPA hanya 340.000 ton. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, Didik Mahmud Gunawan Hadi mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) akan memperluas landfill di TPA Kebon Kongok, sembari mencari solusi terhadap persoalan sampah di Mataram dan Lombok Barat.

IKLAN

Saat ini, pihaknya sedang membangun landfill ketiga di TPA Kebon Kongok. Memanfaatkan lahan yang digunakan sebagai jalan menuju puncak landfill lama yang diubah menjadi tempat edukasi dan taman.

“Sekarang kita lagi buat landfill baru tahap tiga yang masa pakainya bisa mencapai dua tahun. (Posisinya) antara landfill lama dan landfill baru,” kata Didik, kemarin. 

Didik mengatakan, jika jalan tersebut diubah menjadi landfill baru, maka bisa menampung 340.000 ton. Saat ini, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) NTB sedang melakukan Detail Engineering Design (DED).

IKLAN

Ia mengakui, jika skemanya menggunakan tumpuk dan timbun, maka usia TPA ini tidak akan lama. Sehingga, perlu ada teknologi yang kembangkan sebagai solusi dari masalah sampah ini. Misalnya, kehadiran Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) seperti di Bali.

“Kita usahakan nanti kita minta ke kementrian, karena kita di Lombok ini pulau kecil. Kerawanan terhadap perubahan iklim ini sangat rentan dan risiko tinggi,” kata Didik.

Awal 2026 lalu, pemerintah sempat melakukan pembatasan ritase pembuangan sampah di TPA Kebon Kongok dari Kota Mataram, akibatnya terjadi penumpukan di di sejumlah tempat pembuangan sementara (TPS).

Didik juga mengajak agar warga bisa melakukan pemilahan sampah dari rumah, sehingga bisa menjadi bahan-bahan yang bermanfaat nantinya. (*)

Muhammad Yamin

Jurnalis NTBSatu

Artikel Terkait

Back to top button