Istri Purbaya Buka Suara Usai Pencopotan Menkeu, Singgung Soal Integritas
Mataram (NTBSatu) – Istri eks Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Ida Yulidina, akhirnya buka suara dan menyinggung persoalan integritas pejabat publik setelah keputusan Presiden Prabowo Subianto mencopot jabatan sang suami.
Ida menyampaikan pandangannya secara terbuka melalui akun Facebook pribadinya tak lama setelah perombakan kabinet mengemuka.
“Emang negara kita tidak bisa diperbaiki, kebanyakan orang jahatnya daripada yang jujur,” tulisnya, mengutip akun Facebook Ida Yulidina pada Rabu, 16 September 2026.
Unggahan tersebut langsung menarik perhatian pengguna media sosial. Dalam waktu singkat, unggahan itu mendapat suka ribuan akun serta mendapat ratusan respons dan bagikan dari para warganet.
Permohonan Maaf dan Dilema Mutasi
Melalui kolom komentar pada unggahan yang sama, Ida menyampaikan permohonan maaf terkait masa jabatan sang suami di Kementerian Keuangan. Ia menegaskan, suaminya telah berupaya menjalankan amanat jabatan secara maksimal.
“Mohon maaf bapak sudah berusaha semaksimal mungkin, kalau masih mengecewakan. Pada akhirnya nanti kebenaran juga akan terungkap,” tulisnya.
Selain permohonan maaf, Ida mengungkap dinamika internal serta beban psikologis yang Purbaya hadapi dalam dua bulan terakhir sebelum pencopotan terjadi. Menurutnya, sang suami berada dalam situasi dilematis terkait rencana rotasi atau mutasi pegawai di lingkungan kementerian.
“Memang 2 bulan ke belakang bapak kayak orang gelisah dan ragu mau mutasi kan orang-orang mengerikan. Aku suka bilang kerjakan saja menurut hati nurani kamu,” lanjutnya.
Dukungan Warganet
Unggahan Ida Yulidina memantik beragam tanggapan dari publik di ruang digital. Sejumlah pengguna Facebook menuliskan tanggapan langsung pada kolom komentar unggahan tersebut untuk menyampaikan simpati serta dukungan moral.
Salah satu warganet menyoroti persoalan integritas pejabat negara di kolom komentar unggahan tersebut. “Sehat-sehat ibu sama bapak. Bangsa ini tidak kekurangan orang pintar hanya kekurangan orang jujur,” tulis akun Rizky Ramdani Rodriguez.
Warganet lain juga menyampaikan dorongan agar keluarga tetap tenang menghadapi gejolak dan opini di media sosial. “Perkataan bu Ida betul. Memang lebih banyak pejabat yang jahat dari yang baik. Enggak usah tanggapi para Buzers, habiskan energi. Masyarakat memahami kondisi negeri ini dengan bersuara di medsos. Yang baik-baij justru tersingkir dan yang bermasalah justru tetap menjabat,” tulis Mei Wulansari.
Sementara itu, warganet lain juga menilai situasi yang menimpa mantan pejabat tersebut sebagai cerminan tantangan birokrasi saat ini.
“Negara kita diambang kehancuran Bu. Ruang hanya tersedia bagi penjahat para koruptor. Yang jujur tersingkirkan. Kami doakan bapak tetap sehat, dan tetap memikirkan kita semua,” tulis Yasiduhu Gulo. (*)




