Menteri PU Ungkap Kendala Tiga Proyek Strategis Lobar, dari Islamic Center hingga Pasar Modern
Lombok Barat (NTBSatu) – Tiga proyek strategis usulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat (Lobar) ke pemerintah pusat, belum bisa langsung memasuki tahap pembangunan.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengungkap, kendala utama saat ini bukan terletak pada anggaran, melainkan kelengkapan administrasi dan perizinan.
Ketiga proyek tersebut meliputi pembangunan Islamic Center, Pasar Modern, serta Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang memanfaatkan Bendungan Meninting.
Bupati Lobar, Lalu Ahmad Zaini (LAZ) mengatakan, dirinya memanfaatkan momentum kunjungan Presiden Prabowo Subianto, untuk menyampaikan langsung usulan tersebut kepada Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo. Selain itu, LAZ juga berkoordinasi dengan Menko Infrastruktur, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
“Ada tiga yang saya tekankan kepada Pak Menteri. Pertama SPAM dari Bendungan Meninting, kedua Islamic Center, dan ketiga Pasar Modern,” ujarnya, Jumat, 10 Juli 2026, usai acara.
Respons pemerintah pusat pun cukup terbuka. Namun, Menteri PU, Dody Hanggodo menegaskan, setiap proyek harus memenuhi seluruh persyaratan sebelum masuk tahap pembangunan. Untuk proyek Islamic Center, Dody menyebut persoalan utamanya masih berada pada pembebasan lahan.
“Kalau lahannya sudah bebas, PU siap masuk, tapi masih belum kan saat ini,” katanya, merespon tanggapan LAZ.
Sekolah Rakyat Terkendala Lahan
Sementara itu, salah satu proyek nasional yaitu Sekolah Rakyat juga masih menghadapi kendala serupa. Usulan Sekolah Rakyat di Lobar juga belum dapat mereka proses karena masih menunggu izin dari Kementerian ATR/BPN.
Menurut Dody, pemerintah pusat tidak bisa memulai pekerjaan konstruksi sebelum seluruh dokumen legal selesai. “Kalau izinnya sudah selesai, baru kami lanjutkan prosesnya. Karena ini kan proyek nasional, jadi harus benar-benar matang,” ujarnya.
Proyek Lain Ada Titik Terang
Berbeda dengan dua proyek tersebut, pembangunan Pasar Modern memiliki peluang lebih cepat terealisasi. Namun, proyek itu tetap membutuhkan rekomendasi dari kementerian teknis terkait sebelum Kementerian PU dapat mengalokasikan pembangunan.
“Kalau rekomendasi kementerian terkait sudah selesai, kami siap menindaklanjutinya,” kata Dody.
Meski demikian, Dody memastikan pemerintah pusat tetap mendukung usulan pembangunan dari daerah selama memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kalau program dari daerah memang mempermudah masyarakat dan berpihak kepada masyarakat setempat, rata-rata kami dukung,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa peluang tiga proyek strategis Lobar masih terbuka. Namun, penyelesaiannya kini bergantung pada kecepatan pemerintah daerah menuntaskan berbagai syarat administrasi dan perizinan yang masih menjadi penghambat utama. (*)




