Kota MataramPemerintahan

Bintaro Optimistis Keluar dari Kemiskinan Ekstrem

Mataram (NTBSatu) – Kelurahan Bintaro menjadi salah satu fokus Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB dalam upaya menekan angka kemiskinan ekstrem melalui Program Kelurahan Berdaya.

Kawasan pesisir yang mayoritas warganya berprofesi sebagai nelayan ini mendapat alokasi anggaran sebesar Rp300 juta untuk memperkuat perekonomian masyarakat berbasis potensi lokal.

Berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), Kelurahan Bintaro memiliki sekitar 3.370 kepala keluarga (KK).

Sebanyak 534 KK di antaranya masih berada pada kategori desil 1 atau kemiskinan ekstrem. Kondisi tersebut menjadikan Bintaro sebagai salah satu wilayah yang membutuhkan penanganan secara terpadu melalui program pemberdayaan masyarakat.

Lurah Bintaro, Rudy Herlambang mengatakan, sebagian besar warga menggantungkan penghasilan dari hasil tangkapan laut.

Ketidakpastian cuaca dan musim membuat pendapatan nelayan sering kali tidak menentu. Karena itu, penguatan ekonomi masyarakat tidak hanya melalui bantuan, tetapi juga dengan membangun usaha yang mampu berkembang secara berkelanjutan.

“Salah satu langkah yang kami usulkan melalui Program Kelurahan Berdaya adalah pembentukan Koperasi Kampung Nelayan di Lingkungan Bintaro Jaya,” ujarnya Senin, 20 Juli 2026.

Bangun Kemandirian Masyarakat Pesisir

Harapannya, Koperasi tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha, memperluas akses permodalan, sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan nelayan.

Ia menjelaskan, pembentukan koperasi menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat pesisir. Menurutnya, potensi perikanan yang dimiliki Bintaro harus terkelola secara lebih baik agar mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan warga.

“Koperasi ini kami siapkan sebagai wadah bagi masyarakat untuk berkembang bersama. Kami ingin nelayan memiliki akses yang lebih baik terhadap permodalan, pengelolaan usaha, hingga pemasaran hasil tangkapan,” ujarnya.

Rudy menambahkan, keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada dukungan anggaran pemerintah, tetapi juga komitmen masyarakat untuk bersama-sama mengembangkan koperasi sebagai penggerak ekonomi kelurahan.

Potensi perikanan yang selama ini menjadi sumber penghidupan warga. Harapannya dapat menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan masyarakat yang lebih mandiri dan sejahtera.

“Kalau masyarakat sudah memiliki pemasukan yang cukup, kami optimistis mampu menekan angka kemiskinan ekstrem secara bertahap,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait