Kota Mataram

Turun drastis, Mataram Hanya Kebagian Satu Lapak UMKM di MotoGP 2026

Mataram (NTBSatu) – Kota Mataram hanya mendapat satu lapak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk ajang MotoGP 2026. Jumlah tersebut turun drastis dari tahun-tahun sebelumnya.

Sebelumnya, lebih dari 10 pelaku UMKM asal Mataram bisa ikut berjualan selama gelaran MotoGP. Tahun ini, hanya satu UMKM sektor kuliner yang mendapat kesempatan.

Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Mataram, Jemmy Nelwan mengatakan, pembagian lapak menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB.

IKLAN

Pemprov NTB menjadi koordinator utama dalam menentukan pelaku UMKM yang terlibat. Pembagian kuota juga mencakup UMKM dari seluruh kabupaten dan kota di NTB.

“Terkait dengan MotoGP, koordinasi bertahun-tahun memang dilakukan dengan pihak provinsi. Provinsi yang menjadi koordinator utama untuk memilah dan membagi UKM mana saja dari kabupaten/kota yang akan mereka libatkan,” ujar Jemmy, Senin, 21 September 2026.

Menurut Jemmy, keterbatasan jumlah lapak menjadi salah satu pertimbangan. Ruang yang tersedia harus terbagi untuk pelaku UMKM dari seluruh daerah di NTB.

IKLAN

Pihaknya memahami kondisi tersebut. Penataan kawasan sirkuit juga menjadi bagian dari persiapan penyelenggaraan MotoGP.

Meski hanya mendapat satu lapak, Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram menyiapkan alternatif. Pelaku UMKM lainnya tetap bisa memanfaatkan momentum MotoGP.

Siapkan Bazar Produk Lokal

Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Mataram menyiapkan rencana bazar produk lokal. Kegiatan tersebut bisa terlaksana pada sejumlah lokasi strategis.

Salah satu lokasi yang pertimbangan adalah Taman Sangkareang. Bazar serupa juga pernah pada tahun-tahun sebelumnya.

Kegiatan itu diharapkan menjadi ruang promosi bagi pelaku UMKM Mataram. Produk lokal juga bisa ditawarkan kepada wisatawan dan tamu yang menginap selama MotoGP.

“Jika ada perintah dari Pak Wali Kota dan Pak Sekda, kami siap membuka bazar di Mataram, misalnya di Taman Sangkareang seperti tahun-tahun lalu,” ujar Jemmy.

Menurutnya, bazar tersebut bisa menjadi alternatif bagi pelaku UMKM yang tidak mendapat lapak pada area sirkuit.

“Ini untuk memfasilitasi tamu-tamu yang menginap di Mataram agar tetap bisa berbelanja produk lokal kita,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait