Kota Mataram

Andalkan Rp25 Miliar Dana Pusat, Dinas PUPR Mataram Bersihkan Sungai Ancar dan Unus

Mataram (NTBSatu) — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram memaksimalkan kucuran anggaran pemerintah pusat sebesar Rp25 miIiar.

Dana jumbo ini mengalir untuk mengeruk sedimen Sungai Ancar dan Sungai Unus, guna mengatasi pendangkalan pemicu banjir.

Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Lale Widiahning menyebut, Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I menangani langsung proyek tanggap sedimen ini. BWS memplot anggaran Rp10 miliar untuk Sungai Ancar dan Rp15 miIiar untuk Sungai Unus.

IKLAN

Pihaknya memprioritaskan Sungai Ancar karena memiliki tumpukan sedimen paling parah. “Tahun ini untuk pengerukan sungai itu dilakukan di Ancar dan Unus. Ancar itu memang yang paling mengkhawatirkan, sedimennya agak tinggi. Nah, itu kan sudah dilakukan oleh BWS,” ujar Lale, Rabu, 24 Juni 2026.

Sungai Ancar terletak di bagian tengah agak ke utara dari Kota Mataram. Hulunya berasal dari kawasan Gunung Punikan (perbatasan Lombok Barat/Lombok Tengah).

Untuk jalur alirannya melewati wilayah Selagalas, Sandubaya, kawasan bisnis Sweta, Gomong, hingga membelah daerah Kekalik Jaya. Alirannya berakhir di pesisir barat Ampenan/Tanjung Karang menuju Selat Lombok.

IKLAN

Sementara Sungai Unus mengalir sejajar di sebelah selatan Sungai Ancar dan melintasi kawasan perumahan padat serta area pertanian.

Hulunya berasal dari area aliran atas yang terhubung dengan wilayah Kabupaten Lombok Barat. Jalur alirannnya melewati kelurahan-kelurahan di bagian selatan kota seperti Babakan, Pagutan, hingga ke kawasan Sekarbela. Dan aliran akhir sungai ini bermuara di sekitar kawasan Pantai Loang Baloq, dekat perbatasan lingkar selatan Mataram.

Garap Pengerukan Hingga Perbaikan Tanggul

Lale menjelaskan, proyek pusat ini berjalan secara menyeluruh. Petugas lapangan tidak hanya mengangkut lumpur, tetapi juga memperkuat struktur aliran sungai.

“Ya kita manfaatkan itu, baik untuk pengerukan, kemudian dari segi penanggulangan tanggul-tanggulnya, dan lain sebagainya,” jelas Lale.

Kini, pekerja mulai merakit beronjong pelindung tebing sungai sepanjang jalur Sungai Ancar dan Sungai Unus.

“(Pemasangan) beronjong iya, itu sudah mulai dikerjakan. Sudah mulai untuk dua sungai tadi, Ancar dan Unus,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait