Ekonomi BisnisLombok Tengah

Antrean SPBU Mengular, Pedagang BBM Eceran di Lombok Tengah “Kebanjiran” Pembeli

Lombok Tengah (NTBSatu) – Antrean panjang di sejumlah SPBU di Lombok Tengah membuat sebagian pengendara memilih membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) dari pedagang eceran.

Kondisi tersebut membuat permintaan BBM eceran meningkat dalam beberapa hari terakhir.

Salah seorang pedagang BBM eceran yang enggan disebutkan namanya mengatakan, peningkatan pembeli mulai terasa sejak antrean kendaraan di SPBU semakin panjang.

IKLAN

“Sudah sejak itu mulai ramai orang beli, karena antreannya panjang. Orang-orang malas antre, jadi mereka pilih beli bensin eceran,” jelasnya kepada NTBSatu.

Ia menyebut, sebelum terjadi lonjakan antrean di SPBU, penjualan bensin ecerannya masih berada pada jumlah normal. Namun, sejak beberapa hari terakhir, permintaan meningkat cukup signifikan.

“Biasanya yang laku sehari sekitar 20 liter. Sekarang bisa sampai 50 liter sehari,” ujarnya.

Menurut dia, stok tersebut bahkan dapat habis dalam waktu singkat karena tingginya permintaan dari pengendara yang membutuhkan BBM tanpa harus menunggu lama di SPBU.

“1 jam sudah habis,” katanya.

Pembeli dari Pengguna Motor

Ia menjelaskan, pembeli didominasi oleh pengendara sepeda motor. Meski begitu, beberapa pemilik kendaraan roda empat juga mulai membeli BBM eceran karena kondisi antrean di SPBU.

“Motor paling sering beli. Tapi ada juga mobil yang beli, ada yang sampai 10 liter, ada juga yang beli 12 liter,” tuturnya.

Pedagang tersebut mengungkapkan, sebagian besar pembeli datang karena tidak ingin menghabiskan waktu lama mengantre di SPBU. Selain itu, beberapa pembeli juga mengaku sudah mengantre namun tidak mendapatkan BBM karena stok habis.

“Kadang ada juga yang sudah antre, tahu-tahu sudah habis,” katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan pembeli, ia mengambil pasokan BBM dari SPBU lain. Pengambilan stok dilakukan menyesuaikan kondisi dan ketersediaan BBM.

Ia menyebut, peningkatan permintaan tersebut sudah berlangsung sekitar tiga hingga empat hari terakhir. Namun, kondisi itu menurutnya masih bergantung pada situasi antrean dan ketersediaan BBM di SPBU.

“Semoga ke depannya sudah tidak seperti ini lagi. Pasokan normal seperti dulu, supaya masyarakat tidak capek mengantre,” harapnya. (*)

Artikel Terkait