Harga Sejumlah Komoditas Turun, Penjual Nasi di Lombok Tengah Ngaku Keuntungan Masih Tipis
Lombok Tengah (NTBSatu) – Harga sejumlah komoditas pangan di Lombok Tengah mulai menunjukkan penurunan dalam beberapa pekan terakhir. Meski demikian, kondisi tersebut belum membuat keuntungan para penjual nasi ikut meningkat.
Salah seorang penjual nasi di Lombok Tengah, Masitah mengatakan, harga beras yang ia beli masih bertahan di kisaran Rp14 ribu per kilogram. Menurutnya, harga beras relatif stabil dibandingkan beberapa waktu terakhir, sementara harga cabai, tomat, dan bawang mulai turun.
“Kalau cabai, tomat, bawang memang turun,” ujarnya kepada NTBSatu, Rabu, 8 Juli 2026.
Masitah menjelaskan, perubahan harga bahan pangan selalu memengaruhi biaya produksi. Karena itu, ia menyesuaikan harga jual nasi ketika harga bahan baku mengalami kenaikan agar usaha tetap berjalan.
“Kalau harga bahannya naik, harga nasi juga ikut naik,” katanya.
Kenaikan Harga Pengaruhi Keuntungan
Ia mengaku, kenaikan harga bahan pokok sangat berpengaruh terhadap keuntungan yang ia peroleh setiap hari. Sebaliknya, saat harga komoditas turun seperti sekarang, keuntungan usahanya belum mengalami perubahan yang signifikan.
Bahkan, menurutnya, keuntungan yang ia peroleh saat ini justru lebih kecil daripada sebelumnya karena kondisi penjualan belum sepenuhnya pulih.
“Kalau dibandingkan dulu, sekarang berkurang karna daya beli orang turun,” ucapnya.
Masitah juga menilai penurunan harga cabai, tomat, dan bawang mulai terasa sejak program Makan Bergizi Gratis (MBG) berhenti sementara selama masa libur sekolah. Menurutnya, saat permintaan bahan pangan berkurang, harga sejumlah komoditas ikut menurun.
Meski demikian, ia memperkirakan harga bahan pokok kembali naik ketika program MBG kembali berjalan seiring mulainya aktivitas belajar mengajar di sekolah. Kondisi itu, menurutnya, berpotensi kembali menambah biaya produksi para pedagang makanan.
Karena itu, Masitah berharap harga kebutuhan pokok tetap stabil agar pelaku usaha kecil tidak terbebani lonjakan biaya. Ia juga berharap pasokan bahan pangan tetap terjaga sehingga pedagang dapat mempertahankan harga jual yang terjangkau bagi masyarakat tanpa mengurangi keuntungan usaha.
“Harapan saya, harga bahan pokok bisa turun terus. Soalnya kalau nanti anak-anak sudah masuk sekolah dan program MBG jalan lagi, kemungkinan harga naik lagi,” kata Masitah. (*)




