Sampan Ditemukan Kosong, Nelayan asal Lombok Timur Hilang di Teluk Awang
Lombok Tengah (NTBSatu) – Seorang nelayan bernama Darmawan (46), asal Dusun Batu Nampar Selatan, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, dilaporkan hilang saat melaut di Teluk Awang, Lombok Tengah, pada Senin malam, 25 Mei 2026. Setelah mendapatkan informasi tersebut, tim SAR gabungan langsung menggelar operasi pencarian terhadap Darmawan.
Humas SAR Mataram, I Gusti Lanang membenarkan peristiwa tersebut dan sudah mengerahkan personel. “Kami dari Unit Siaga SAR Mandalika telah mengerahkan personel dan peralatan pendukung,” ujarnya, Selasa, 26 Mei 2026.
Peristiwa hilangnya nelayan tersebut berawal saat Darmawan berangkat melaut pada Senin sore, sekitar pukul 16.30 Wita. Namun setelah tiga jam berselang sekitar pukul 19.30 Wita, warga setempat justru menemukan sampan milik korban mengapung dalam keadaan kosong.
Warga Desa Batu Nampar Selatan sempat melakukan upaya pencarian mandiri di sekitar lokasi dan menemukan jejak terakhir korban. Dalam pencarian awal tersebut, warga menemukan pakaian korban di area keramba, sementara tali sampan milik korban sudah dalam keadaan terputus.
Berdasarkan bukti-bukti yang ada, warga menduga kuat korban terjatuh ke laut saat berusaha mengamankan perahunya. Namun, karena cuaca buruk mengakibatkan kecelakaan.
Saat ini, fokus utama tim penyelamat adalah menyisir area di sekitar penemuan perahu korban dengan memperluas radius pencarian demi memaksimalkan upaya penyelamatan. “Saat ini, tim fokus melakukan penyisiran di sekitar lokasi ditemukannya sampan korban serta wilayah perairan sekitarnya,” ujarnya.
Operasi penyelamatan ini secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur terkait. Selain tim SAR, ini juga melibatkan personel dari Pos TNI AL Teluk Awang, Pos Polair Mandalika Polda NTB, Tagana Lombok Tengah, PMI Lombok Timur, serta masyarakat nelayan setempat.
Untuk pengoptimalan penyisiran di perairan Teluk Awang, tim gabungan mengerahkan sejumlah alat utama sistem SAR, seperti perahu karet (rubber boat), perahu milik nelayan lokal, serta perlengkapan SAR air lainnya. (Inda)




