Lombok TengahPariwisata

Tiga Kandidat Lombok Tengah Lolos 50 Besar ‘Local Hero in Tourism’ 2026

Lombok Tengah (NTBSatu) – Tiga perwakilan penggerak pariwisata dari Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), berhasil menembus babak 50 besar tingkat nasional dalam ajang pemilihan “Local Hero in Tourism 2026”.

Penghargaan bergengsi ini merupakan bagian dari rangkaian perhelatan Wonderful Indonesia Award 2026. Kompetisi ini bertujuan untuk mengapresiasi para pejuang pariwisata berbasis komunitas di tingkat tapak.

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Tengah, Lalu Muhammad Hatta, merasa bangga dengan prestasi tersebut. Ia mengatakan pencapaian itu sangat membanggakan bagi daerah.

IKLAN

“Prestasi ini menjadi bukti bahwa dedikasi, inovasi, dan semangat membangun pariwisata. Bukti dari desa mampu bersaing di tingkat nasional,” ujarnya, mengutip Instagram @gomandalika pada Selasa, 7 Juli 2026.

Tahap Kurasi dan Profil Kandidat

Ajang Local Hero in Tourism 2026 ini merupakan sebuah proses kurasi ketat untuk menjaring figur pejuang pariwisata terbaik dari seluruh penjuru tanah air, bukan hanya sebuah kompetisi instan. Para peserta yang lolos ke tahap 50 besar ini menyandang status sebagai calon juara nasional.

Tim juri menilai mereka berdasarkan kontribusi nyata, konsistensi, serta dampak ekonomi dari program pariwisata yang mereka rintis di wilayah masing-masing. Dari proses seleksi di tingkat Provinsi NTB, ketiga utusan dari Lombok Tengah ini berhasil mendominasi kuota perwakilan daerah.

IKLAN

Ketiga figur yang berhasil melaju ke babak semifinal tersebut merupakan para ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Mereka aktif menggerakkan potensi ekonomi kreatif di desanya.

Kandidat pertama adalah Usman, Ketua Pokdarwis Desa Bonjeruk sekaligus pendiri Bonjeruk Learning Center di Kecamatan Jonggat. Usman terkenal fokus pada pengembangan wisata edukasi dan pelestarian lingkungan desa.

Kandidat kedua yakni Tantowi Suharman, yang memimpin Pokdarwis Desa Adat Sasak Ende di Desa Sengkol, Kecamatan Pujut. Tantowi konsisten mempertahankan kelestarian adat suku Sasak sebagai daya tarik wisata budaya utama.

Sementara kandidat ketiga adalah Sri Trisnadewi, Ketua Pokdarwis Solah Desa Lantan di Kecamatan Batukliang Utara. Ia sukses mengelola potensi wisata alam dan air terjun berbasis komunitas.

Dampak dan Inspirasi Pariwisata Desa

Pencapaian para pegiat lokal ini langsung menuai apresiasi luas dari masyarakat dan pemerintah daerah setempat. Langkah nyata ketiganya memberikan dampak positif bagi promosi destinasi wisata sekunder di luar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Adanya figur-figur ini membuktikan bahwa pesona pariwisata Lombok tidak hanya bertumpu pada wisata bahari. Melainkan juga kuat pada sektor wisata budaya dan alam pedesaan yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat.

Pemerintah daerah berharap pencapaian ini mampu memotivasi generasi muda lain di NTB untuk tetap konsisten menjaga akar budaya lokal. Ajang ini juga sekaligus membuka peluang ekonomi baru melalui pariwisata.

“Semoga langkah ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya, menjaga budaya, melestarikan alam, dan membawa nama baik Lombok Tengah semakin dikenal di Indonesia bahkan dunia,” lanjutnya.

Saat ini, ketiganya sedang bersiap untuk mengikuti tahapan penilaian lapangan lanjutan sebelum penentuan pemenang utama pada malam puncak penghargaan mendatang. (*)

Artikel Terkait