Rawan Peredaran Narkoba, Dua Kafe di Kota Mataram Kena Sidak
Mataram (NTBSatu) — Peredaran gelap narkotika Kota Mataram terus mendapat atensi ketat dari aparat penegak hukum.
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mataram, Kombes Pol. Yuanita Amelia Sari mengatakan, tren peredaran narkoba Kota Mataram cenderung masih tinggi sehingga memerlukan kewaspadaan ekstra dari seluruh pihak.
“Peredaran narkoba Kota Mataram ini terbilang masih tinggi dan butuh atensi bersama. Salah satu titik yang sangat rawan menjadi tempat peredaran itu area club atau tempat hiburan malam. Karena itu, pengawasan kawasan tersebut terus kita perketat,” ungkap Yuanita, Minggu, 1 November 2026.
Menindaklanjuti kerawanan tersebut, sebanyak 52 personel gabungan telah terjun ke lapangan. Pasukan terdiri atas 40 personel Polresta Mataram, lima personel BNN (gabungan BNNK Mataram dan BNNP NTB), lima personel Satpol PP Kota Mataram, serta dua personel Pomad.
Sidak Sasar Dua Kafe
Kasat Resnarkoba Polresta Mataram, AKP Abitsatya Darma Wiryatmaja, selaku pimpinan operasi gabungan mengatakan, pasukan mendatangi dua titik sasaran.
Kafe Suandana Jalan Raden Mas Panji Anom, Pagutan dan Kafe The Kingsman Jalan AA Gede Ngurah Nomor 130, Abian Tubuh. Petugas langsung mengecek identitas pengunjung hingga karyawan tempat hiburan malam tersebut secara ketat.
“Fokus utama kita memastikan tidak ada peredaran maupun penyalahgunaan barang haram area hiburan malam. Seluruh pengunjung dan karyawan yang terdata wajib menjalani tes urine lokasi,” tegas Abitsatya.
Pemeriksaan mencatat sebanyak 39 orang pengunjung dan karyawan dari kedua lokasi menjalani tes urine, yakni 14 orang Kafe Suandana dan 25 orang Kafe The Kingsman. Petugas memastikan seluruh hasil tes urine menunjukkan indikator negatif. Petugas juga tidak menemukan barang bukti narkotika dari dua kafe tersebut.
Yuanita menambahkan, meski hasil penggeledahan kali ini nihil barang bukti, razia serupa akan terus berlanjut secara berkala demi menjamin keamanan warga.
“Walaupun hasil tes malam ini seluruhnya negatif dan tidak ada barang bukti ditemukan, kita tidak boleh lengah. Sinergi BNN dan kepolisian bakal terus mengintensifkan razia berkala demi mewujudkan lingkungan Kota Mataram yang benar-benar bersih dari narkoba,” tutup Yuanita.(*)




