Kota MataramPemerintahan

Dari Balita hingga Lansia, 1.647 Warga Taman Sari Jadi Sasaran Posyandu

Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, terus memperkuat pelayanan Posyandu sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesehatan masyarakat sekaligus menekan angka stunting.

Lurah Taman Sari, Doddy Rupawan, mengatakan pihak kelurahan rutin memantau pelayanan Posyandu pada enam lingkungan. Pelayanan menyasar berbagai kelompok usia, mulai balita, remaja hingga lansia.

“Alhamdulillah, pelaksanaan Posyandu hari ini lingkungan Gatep Indah berjalan lancar dan ramai hadir masyarakat, baik dari kalangan balita, remaja maupun lansia,” ujar Doddy, Selasa, 15 September 2026.

IKLAN

Mayoritas Lansia

Secara keseluruhan, terdapat 1.647 warga yang menjadi sasaran pelayanan Posyandu Kelurahan Taman Sari. Jumlah tersebut terdiri dari 274 balita, 667 remaja dan 700 lansia.

Sementara Posyandu lingkungan Gatep Indah memiliki 341 sasaran, terdiri dari 49 balita, 118 remaja dan 174 lansia.

Untuk mendukung pelayanan tersebut, Kelurahan Taman Sari memiliki 48 kader Posyandu. Kader tersebut tersebar pada enam lingkungan, dengan masing-masing lingkungan diperkuat delapan kader.

IKLAN

Menurut Doddy, pelayanan Posyandu tidak hanya berfokus pada balita, tetapi juga mencakup remaja dan lansia. Pemantauan secara rutin bertujuan untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan.

Upaya penanganan stunting juga terus berjalan. Doddy menyebut angka stunting saat ini menunjukkan penurunan. Namun, mobilitas penduduk yang cukup tinggi menjadi salah satu tantangan dalam pendataan dan pemantauan sasaran.

“Kendala kita adalah banyak warga pendatang yang fluktuatif, datang dan pergi. Ada warga ber-KTP sini tetapi tinggal di luar, begitu juga sebaliknya. Meski begitu, Posyandu kami tetap terbuka dan melayani seluruh warga,” jelasnya.

Untuk mendukung penanganan stunting, kelurahan juga rutin menyalurkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi sasaran balita. Program tersebut menjadi salah satu langkah yang terus dijalankan bersama kader Posyandu.

Selain penguatan pelayanan, persoalan sarana dan prasarana masih menjadi perhatian. Sejumlah kegiatan Posyandu masih memanfaatkan fasilitas seadanya, termasuk rumah warga maupun rumah ketua RT.

Karena itu, Doddy berharap ada dukungan lebih lanjut dari Pemerintah Provinsi, terutama untuk pemenuhan sarana dan prasarana Posyandu serta penguatan program PMT.

“Harapan kami, mari bersama-sama kita tuntaskan masalah stunting ini. Kami memohon dukungan Pemerintah Provinsi, baik berupa penambahan fasilitas sarana-prasarana pendukung Posyandu maupun penguatan program Makanan Tambahan (PMT), agar wilayah kami bisa benar-benar bebas dari stunting,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait