Kota Mataram

Sistem Swadaya Pengangkutan Sampah di Gebang Baru Terancam Lumpuh

Mataram (NTBSatu) – Sistem swadaya pengangkutan sampah di Lingkungan Gebang Baru, Kelurahan Pagesangan Timur, Kota Mataram, kini berada di ujung tanduk. Terbatasnya fasilitas Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan kondisi armada yang sudah rusak parah, membuat para petugas di lapangan kewalahan dan terancam berhenti beroperasi.

Kepala Lingkungan Gebang Baru, Sri Giyatno mengatakan, dari lima armada pengangkut swadaya masyarakat, dua di antaranya terpaksa berhenti beroperasi. Hal ini karena terbatasnya TPS, sehingga pengangkutan sampah ke Pasar Pagesangan.

“Dulu biasa buang di Lawata, sekarang harus ke Pasar Pagesangan. Operator kami tidak semuanya mampu karena jaraknya jauh dan biaya operasionalnya tinggi. Akhirnya, dua orang memilih istirahat sementara waktu,” ucap Giyatno kepada NTBSatu, Jumat, 15 Mei 2026.

IKLAN

Selain zonasi pembuangan yang jauh, armada motor roda tiga milik lingkungan yang menjadi urat nadi pengangkutan sampah mengalami rusak berat.

“Roda tiganya itu sudah rongsokan, sudah tua sekali. Dengan armada yang sudah tua begitu, tentu tidak akan mampu mengangkut volume sampah dari seluruh lingkungan,” keluhnya.

Belum Ada Solusi dan Dukungan Anggaran

Ia mengaku, sejauh ini belum ada solusi konkret maupun dukungan anggaran. Pihak kelurahan justru menyerahkan sepenuhnya tata kelola sampah kepada lingkungan masing-masing, untuk diselesaikan secara mandiri oleh operator lapangan.

IKLAN

“Regulasi pembuangannya rumit, kita udah coba. Yang boleh buang ke TPS harus armada yang pelat merah dan warna kuning itu,” ucapnya.

Giyatno menjelaskan, keberadaan bantuan armada roda tiga dari anggaran Pokok-pokok Pikiran (Pokir) DPRD yang harapannya mampu meringankan beban warga, justru memicu konflik baru di lapangan.

“Ada dapat (bantuan roda tiga) dari dewan, cuma dikuasai sama satu kelompok. Masalah keuangan dan pengelolaan sendiri. Jadi berbenturan, kalau pihak lingkungan mau ambil alih malah jadi masalah,” jelasnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Mataram harus segera turun tangan agar dapat menyediakan titik TPS yang pasti dan representatif di tiap lingkungan. Sehingga, operator swadaya tidak perlu membuang sampah terlalu jauh.

“Harapannya kalau memang dikelola lingkungan, tiap lingkungan harus ada TPS-nya sendiri. Jadi sampah dikumpulkan di sana, lalu nanti langsung diangkut oleh truk besar DLH (Dinas Lingkungan Hidup). Kalau polanya seperti itu, kerja operator roda tiga jadi lebih enak dan lingkungan bisa bersih,” tegasnya. (Ashri)

Artikel Terkait

Back to top button