Ekonomi BisnisKota Mataram

Kuota Elpiji 3 Kilogram ke Pengecer di Kota Mataram Dipangkas 10 Persen

Mataram (NTBSatu) – Pemerintah mulai membatasi kuota elpiji subsidi 3 kilogram ke tingkat pengecer di Kota Mataram. Kebijakan tersebut untuk memastikan penyaluran gas subsidi lebih tepat sasaran dan menjaga stabilitas harga di masyarakat.

Asisten II Setda Kota Mataram, H. Miftahurrahman mengatakan, pihak Pertamina telah menyampaikan pengurangan kuota elpiji 3 kilogram ke pengecer. “Informasinya tadi ke pengecer dikurangi sampai 10 persen,” ujarnya, Jumat, 8 Mei 2026.

Menurut Miftahurrahman, kebijakan tersebut bertujuan agar masyarakat membeli elpiji subsidi langsung di pangkalan resmi, bukan di pengecer. Selain lebih tepat sasaran, harga elpiji di pangkalan juga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

IKLAN

“Harapannya masyarakat membeli di pangkalan karena harganya sesuai HET. Kalau di pengecer biasanya lebih mahal,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui, sebagian warga masih memilih membeli elpiji di pengecer karena lebih dekat dan mudah dijangkau dibandingkan pangkalan resmi. “Kalau barangnya ada di pengecer, masyarakat biasanya langsung beli di sana. Sementara pangkalan mungkin lokasinya lebih jauh,” jelasnya.

Pastikan Stok Aman dan Tersedia

Kendati distribusi ke pengecer dikurangi, Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram memastikan, stok elpiji subsidi 3 kilogram tetap aman dan tersedia. “Kalau di NTB aman, di Kota Mataram pasti juga aman,” tegasnya.

Ia menjelaskan, distribusi dari agen ke pangkalan masih berjalan normal dengan jadwal pengiriman tiga kali sepekan sesuai kuota masing-masing pangkalan. “Ada yang dapat 100 tabung, 150 tabung hingga 200 tabung sesuai kontrak. Yang kami pastikan stok elpiji subsidi tetap tersedia,” ujarnya.

Pemkot Mataram juga mengimbau masyarakat, agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying karena dapat memicu keresahan di tengah masyarakat. “Jangan panic buying. Beli sesuai kebutuhan supaya masyarakat tetap tenang karena stok masih normal,” imbaunya.

Sementara itu, Ketua Hiswana Migas NTB, Dwi Aquareza Nurahman memastikan, pasokan elpiji 3 kilogram di Kota Mataram tidak mengalami kendala. “Kami pastikan barang tersedia di pangkalan resmi yang plangnya warna hijau,” katanya.

Ia mengakui, pengurangan distribusi ke pengecer menyebabkan antrean warga di sejumlah pangkalan mulai meningkat. Namun, distribusi di pangkalan dipastikan tidak berkurang. “Bagi masyarakat di sekitar pangkalan, kami pastikan barangnya tetap ada,” ujarnya.

Menurut Dwi, kebutuhan elpiji subsidi di Kota Mataram masih tercukupi dengan kuota harian mencapai 60 metrik ton atau setara sekitar 20 ribu tabung per hari. “Itu kuota per hari untuk Kota Mataram,” tambahnya. (*)

Artikel Terkait

Back to top button