Ekonomi BisnisHeadline News

Investasi NTB 2026 Capai Rp18 Triliun, Investor Eropa Mulai Melirik

Mataram (NTBSatu) – Realisasi investasi Provinsi NTB pada triwulan I tahun 2026 mencapai 27,86 persen atau Rp18,06 triliun. Meningkat dibandingkan triwulan I tahun 2025 hanya sekitar Rp12 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB, Irnadi Kusuma menyampaikan, realisasi investasi belasan triliun pada triwulan pertama berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA). Ia menjelaskan, realisasi ini ditopang tiga sektor utama dari dalam negeri maupun asing.

Untuk tiga sektor utama dalam negeri, di antaranya: Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebesar Rp12,924 triliun. Perindustrian Rp1,679 triliun. Serta, kelautan dan perikanan Rp298,810 miliar.

IKLAN

“Sementara tiga sektor utama asing, yaitu pariwisata dan ekonomi kreatif sebesar Rp968,311 miliar. Selanjutnya, ESDM Rp961,429 miliar. Serta, perdagangan Rp100,447 miliar,” jelas Irnadi, Selasa, 19 Mei 2026.

Ia memastikan, kondisi geopolitik global dan pelemahan rupiah saat ini belum berdampak signifikan terhadap iklim investasi di daerah. Bahkan, sejumlah investor asing mulai kembali menjajaki peluang investasi di NTB.

Pastikan Tidak Ada Investor “Kabur”

Ia menyebut, hingga saat ini belum ada investor yang hengkang dari NTB akibat kondisi ekonomi global.

IKLAN

“InsyaAllah tidak ada investor yang pergi dari NTB. Justru dalam setiap kondisi pasti ada peluang. Pelemahan rupiah ini malah membuat investor asing mulai banyak bertanya dan menjajaki peluang masuk ke NTB,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan mata uang asing terhadap rupiah menjadi salah satu faktor yang membuat investor luar negeri kembali melirik Indonesia, termasuk NTB. Bahkan baru-baru ini, beberapa investor dari Eropa seperti Jerman dan Bulgaria mulai lirik investasi di NTB.

“Saya bilang tadi yang mulai nanya-nanya lagi untuk datang ya sudah ada gitu ada yang dari Jerman, kemarin dari Bulgaria yang sempat datang sudah presentasi, sudah bertemu kami di sini dengan Bank Indonesia juga,” ungkapnya.

Untuk investor asal Jerman, mereka tertarik pada sektor perikanan dan kelautan. Fokus mereka pada komoditi ikan tuna. Investor tersebut berencana membangun pabrik pengolahan hasil laut di NTB.

“Jadi rata-rata yang datang ini mereka lebih cenderung tertarik pada yang energi terbarukan. Maksudnya yang bersentuhan di luar tambang,” katanya.

Di tengah kondisi ini, Pemerintah Provinsi NTB optimis bisa mencapai target investasi tahun 2026, yaitu Rp68 triliun. Apalagi, melihat tren realisasi investasi pada triwulan I ini menunjukkan capaian positif.

“Kalau saya lihat trennya, memang kita tidak menyangka juga di triwulan pertama 2026 ini lebih baik daripada triliun pertama tahun lalu,” tutupnya. (*)

Muhammad Yamin

Jurnalis NTBSatu

Artikel Terkait

Back to top button