Sumbawa Barat

Disparpora KSB Bantah Isu Sepi Wisata, Kunjungan Capai 24.878 Orang

Sumbawa Barat (NTBSatu) — Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) meminta warga menilai kondisi pariwisata daerah menggunakan data resmi. Mereka mengeluarkan imbauan ini menyusul munculnya isu sepinya kunjungan destinasi wisata lokal.

Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Disparpora KSB, Yuliana mencatat angka kunjungan wisatawan ke Bumi Pariri Lema Bariri sepanjang tahun lalu sukses menembus 24.878 orang. Kenyataan lapangan tersebut mematahkan asumsi sepi yang sering berkembang di tengah masyarakat belakangan ini.

Masyarakat kerap menyimpulkan kondisi pariwisata secara sepihak hanya karena mereka jarang melihat pergerakan turis di jalanan umum. Padahal, para pengelola akomodasi dan resor selalu mengirim laporan angka hunian kamar secara konsisten setiap bulan.

IKLAN

“Kami mengumpulkan data ini secara riil setiap bulan dari hotel-hotel yang beroperasi di wilayah Sumbawa Barat,” ujarnya kepada NTBsatu, Minggu, 14 Juni 2026.

Tahun 2025 Mencapai 17 Ribu Kunjungan

Pihak dinas mencatat pergerakan wisatawan domestik mendominasi industri pariwisata daerah sepanjang tahun 2025 dengan capaian sebesar 17.770 kunjungan. Sementara itu, kedatangan wisatawan mancanegara juga menunjukkan performa luar biasa dengan kontribusi sebanyak 7.108 orang.

Dokumen resmi laporan berkala per 31 Desember 2025 menunjukkan total akumulasi kunjungan wisata KSB menyentuh 64.355 orang sejak tiga tahun terakhir. Catatan rekam jejak tersebut membuktikan tren pergerakan ekonomi sektor pariwisata Sumbawa Barat terus tumbuh secara positif.

IKLAN

“Masyarakat harus melihat data secara utuh, bukan hanya mengandalkan pandangan mata yang kasat mata saja,” tambahnya.

Tim verifikasi Disparpora KSB memastikan seluruh angka rilis tersebut memiliki dasar yang kuat dan dapat mereka pertanggungjawabkan. Para petugas lapangan melakukan validasi secara ketat terhadap setiap lembar berkas laporan dari pengelola penginapan.

Pihak dinas memprediksi tren kenaikan jumlah pengunjung akan terus berlangsung positif hingga akhir periode tahun ini. Indikator optimisme tersebut mengacu pada lamanya durasi tinggal para wisatawan yang saat ini mencapai minimal dua malam.

“Kami rutin turun ke lapangan agar tidak ada pihak yang menuduh kami membuat data palsu,” tegasnya.

Promosi destinasi unggulan seperti Sekongkang dan Pulau Kenawa juga menjadi faktor penentu yang mendongkrak minat kunjungan para pelancong. Kehadiran figur publik secara mandiri turut memperluas jangkauan promosi wilayah pariwisata KSB melalui konten media sosial mereka.

Dinas pariwisata mengharapkan kolaborasi yang kuat dari seluruh pelaku industri perhotelan demi mempertahankan tren positif pertumbuhan ekonomi daerah. Pelayanan yang prima dari pihak akomodasi akan merangsang wisatawan untuk melakukan kunjungan ulang secara sukarela ke Sumbawa Barat.

“Cerita kepuasan dari mulut ke mulut penonton jauh lebih ampuh daripada promosi besar-besaran di media massa,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait