Elpiji Tiga Kilogram Dijual di Atas HET, Disdag Mataram Ancam Tutup Pangkalan di Cemare
Mataram (NTBSatu) – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram menemukan satu pangkalan Elpiji 3 kilogram di kawasan Cemare yang menjual elpiji bersubsidi melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).
Atas pelanggaran tersebut, Disdag memberikan teguran dan mengancam merekomendasikan pengurangan kuota hingga penutupan pangkalan jika tidak segera mematuhi ketentuan.
Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida, mengatakan pangkalan tersebut menjual elpiji 3 kilogram seharga Rp19.000 per tabung. Lebih tinggi dari HET yang ada sebesar Rp18.000 per tabung.
“Kami berikan teguran langsung. Di papan plang pangkalan sudah tertera jelas HET-nya Rp18.000, kenapa mereka jual Rp19.000? Pangkalan tidak boleh menjadikan alasan pasokan limit untuk menaikkan harga seenaknya tanpa alasan hukum yang jelas,” tegas Nida, Rabu, 29 Juli 2026.
Menurutnya, Disdag telah berkoordinasi dengan agen yang menaungi pangkalan tersebut dan memberikan waktu selama satu minggu untuk memperbaiki pelanggaran.
Jika pangkalan mengabaikan hal tersebut, Nida akan merekomendasikan pemberian sanksi yang lebih tegas.
“Kalau tidak ada perubahan, kami akan merekomendasikan pengurangan kuota, bahkan sampai penutupan pangkalan melalui agen. Kami juga meminta agen terus menyosialisasikan aturan HET kepada seluruh pangkalan binaannya,” ujarnya.
Pastikan Stok Aman
Temuan tersebut mencuat saat Dinas Perdagangan Kota Mataram melakukan pengawasan terhadap distribusi elpiji tiga kilogram pada tingkat agen hingga pangkalan menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Pengawasan bertujuan untuk memastikan distribusi berjalan lancar serta harga jual tetap sesuai ketentuan. Meski menemukan pelanggaran harga, Nida memastikan stok dan penyaluran elpiji 3 kilogram di Kota Mataram masih dalam kondisi aman.
“Ketersediaan pasokan elpiji dan penyalurannya dari tingkat agen masih aman. Kami turun melakukan pengawasan ke beberapa pangkalan untuk memastikan pasokan menjelang Maulid tetap terjaga,” katanya.
Pihaknya juga mengantisipasi potensi peningkatan konsumsi elpiji menjelang peringatan Maulid Nabi. Untuk itu, pihaknya akan membahas hasil pengawasan lapangan bersama PT Pertamina pada pekan depan. Termasuk kemungkinan pengajuan penambahan pasokan (extra dropping).
“Menjelang momen seperti Maulid, penggunaan masyarakat biasanya meningkat dari hari biasa. Hasil sidak ini akan kami bahas bersama Pertamina. Jika perlu, kami akan koordinasikan pengajuan extra dropping,” pungkas Nida. (*)




