Hukrim

Sebulan Kematian NDR, SEMMI NTB Desak Kepastian Hukum

Mataram (NTBSatu) – Lebih dari satu bulan sejak ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya pada Minggu malam, 17 Mei 2026, kasus kematian mahasiswi Unram, Nadya Dwi Ramadhany, masih menyisakan teka-teki.

Ia ditemukan di kamar kosnya, wilayah Gomong, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Ia merupakan mahasiswi FKIP Prodi PGSD Unram asal Dusun Bage Pungkur, Desa Beru, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat.

Hingga kini publik masih menantikan kejelasan penyebab pasti kematian korban.

IKLAN

Polisi telah melakukan berbagai langkah penyelidikan mendalam untuk mengusut kasus ini. Aparat memeriksa saksi-saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tim laboratorium forensik serta tim K-9 juga ikut menyelidiki kasus tersebut.

Selain itu, polisi menelusuri dan menyita memori dari sejumlah kamera pengawas (CCTV). Langkah tersebut bertujuan mengumpulkan petunjuk kuat di sekitar lokasi kejadian.

Menanggapi penantian panjang tersebut, Ketua Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) NTB, Muhammad Rizal Ansari, mendesak Polresta Mataram memberikan perhatian serius dan menghadirkan kepastian hukum terkait proses penyelidikan yang tengah berjalan.

IKLAN

“Kasus kematian saudari Nadya Dwi Ramadhany telah menjadi perhatian luas masyarakat NTB. Sudah lebih dari satu bulan berlalu, namun hingga hari ini publik masih menunggu kepastian hukum dan penjelasan yang utuh terkait hasil penyelidikan. Kami meminta Polresta Mataram bekerja secara maksimal agar kasus ini dapat segera menemukan titik terang,” ujar Rizal.

Ia menekankan, pengungkapan kasus secara profesional, transparan, dan objektif sangat penting guna menghentikan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

“Jangan sampai kasus yang menyita perhatian publik ini berlarut-larut tanpa kejelasan. Keadilan harus ditegakkan, kebenaran harus diungkap, dan masyarakat berhak memperoleh kepastian. Kami berharap Polresta Mataram dapat menuntaskan kasus ini secara profesional, transparan, dan akuntabel demi menjawab tanda tanya publik yang hingga kini masih menggantung,” pungkasnya.

Rizal menegaskan, dorongan ini bukan untuk mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan. Sikap tersebut murni wujud kepedulian terhadap penegakan hukum dan perlindungan hak korban serta keluarganya.

Harus Transparansi

Kendati demikian, Rizal mengapresiasi berbagai langkah kepolisian untuk mengusut kasus ini.

“Kami mengapresiasi upaya kepolisian yang telah memeriksa saksi, melakukan olah TKP lanjutan, melibatkan tim K-9 dan laboratorium forensik, serta menelusuri rekaman CCTV,” katanya.

Meski begitu, ia berharap hasil akhir penyelidikan tersebut bisa segera mengungkap penyebab pasti kematian korban. Rizal juga mendesak polisi segera menemukan sepeda motor dan telepon genggam korban yang raib dari lokasi.

Menurutnya, kepastian hukum sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum. Jangan sampai kasus ini berlarut-larut tanpa kejelasan di tengah masyarakat.

Hingga saat ini, berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa terus memantau perkembangan perkara tersebut. (*)

Artikel Terkait