Sebulan Kasus Kematian NDR Belum Ada Kejelasan Tersangka
Mataram (NTBSatu) – Kasus kematian mahasiswi Universitas Mataram (Unram), Nadya Dwi Ramadhany (NDR), masih menjadi misteri. Kini, kasus tersebut genap memasuki satu bulan. Namun, hingga saat ini, Polresta Mataram belum menetapkan satu pun tersangka terkait peristiwa tersebut.e
Pihak kepolisian terus bergerak melakukan pendalaman penyelidikan guna menguak tabir kematian korban. Sejauh ini, tim penyidik Sat Reskrim Polresta Mataram telah memeriksa 14 orang saksi secara maraton. Saksi-saksi tersebut meliputi teman dan mantan pacar korban, penjaga kos, hingga beberapa penghuni kos di wilayah Gomong.
“Kami masih melakukan pemeriksaan dan kami sudah memeriksa sekitar 12 orang saksi,” ujar Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP I Made Dharma Yulia Putra, Sabtu, 23 Mei 2026.
Selain memeriksa belasan saksi, polisi juga sudah mengantongi barang bukti digital yang sangat krusial. Kepala Lingkungan Gomong Sakura, HM. Bahaudin telah menyerahkan dua memori rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian kepada polisi.
“Iya, saya sendiri yang serahkan dua memori CCTV ke polisi,” katanya, Rabu 10 Juni 2026.
Penyidik berharap rekaman tersebut dapat memberikan petunjuk terang mengenai aktivitas di sekitar kos korban sebelum kejadian.
Menanti Hasil Puslabfor
Hingga detik ini, Polresta Mataram masih menunggu hasil resmi dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor). Hasil uji laboratorium forensik tersebut sangat penting untuk memastikan penyebab utama kematian mahasiswi asal Sumbawa Barat itu.
“Labfor belum ada hasil. Sampai hari ini kita masih menunggu,” kata Kapolresta Mataram, Kombes Pol Hendro Purwoko, Kamis 4 Juni 2026.
Polisi tidak ingin berspekulasi terlalu dini sebelum mengantongi bukti ilmiah yang sah dari tim medis.
Di sisi lain, misteri kematian NDR semakin menguat akibat hilangnya sejumlah harta benda berharga milik korban. Pihak kepolisian saat ini tengah gencar melacak keberadaan ponsel genggam dan sepeda motor korban yang raib. Hilangnya barang-barang tersebut memperkuat dugaan adanya unsur tindak pidana kekerasan dalam kasus ini.
“Sedang kita lakukan pencarian,” tambahnya.
Publik dan aliansi mahasiswa terus mendesak agar polisi bekerja lebih cepat, transparan, dan profesional. Mereka berharap aparat segera menemukan titik terang dan menangkap pelaku yang bertanggung jawab atas kematian NDR. (*)




