Pemkab Sumbawa Siapkan Rp1 Miliar untuk Tata Kota Pusaka pada 2026
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa, menyiapkan anggaran Rp1 miliar untuk menata sejumlah spot di kawasan Kota Pusaka pada 2026. Penataan terfokus di Jalan Merdeka hingga kawasan Tugu Titik Nol Sumbawa.
Kepala Bidang Bangunan Gedung dan Jasa Konstruksi Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa, Rocky Zamabutar mengatakan, Pemkab Sumbawa sudah menyusun masterplan dan Detail Engineering Design (DED) Kota Pusaka sejak 2025.
“DED itu terkait intervensi di Tugu Titik Nol Sumbawa dan sekitarnya. Kalau masterplan, itu untuk Kota Pusaka secara keseluruhan,” jelasnya kepada NTBSatu, Rabu, 20 Mei 2026.
Ia menjelaskan, tim masih menyusun detail pekerjaan untuk penggunaan anggaran Rp1 miliar tersebut. Pemkab Sumbawa kini menghitung sektor atau zona prioritas yang akan ditata.
Salah satu opsi penataan berada di Jalan Merdeka, tepatnya ruas antara Lapangan Pahlawan hingga Istana Baru Bupati. Pemkab Sumbawa juga merencanakan perbaikan jalan dengan mengganti permukaan aspal menjadi sunblock.
Selain itu, kawasan tersebut juga akan memiliki dua gapura di sisi Timur dan Barat sebagai pintu masuk dan keluar kawasan Kota Pusaka.
“Alternatif lainnya juga ada di kawasan Tugu Titik Nol Sumbawa atau Jam Gadang itu. Sekarang kami masih menyusun detail pekerjaannya,” katanya.
Rocky menyebut, program tersebut memakai pola swakelola sehingga tim harus menghitung ulang pekerjaan sesuai anggaran yang tersedia. Sebab, kebutuhan anggaran untuk menjalankan desain awal mencapai hampir Rp2 miliar.
Karena itu, Pemkab Sumbawa menyesuaikan kembali pekerjaan yang bisa berjalan dengan alokasi Rp1 miliar pada 2026.
“Kita (Pemkab) menargetkan proses pendetailan rampung pada Mei 2026. Setelah itu, pekerjaan fisik mulai berjalan pada Juni atau Juli 2026,” ungkapnya.
Menurutnya, proyek tersebut membutuhkan percepatan karena sejumlah material harus melalui proses pemesanan khusus, termasuk motif ornamen yang menyesuaikan identitas budaya Sumbawa.
Revitalisasi Beberapa Zona Tertentu
Rocky menegaskan, penataan Kota Pusaka tidak mengubah seluruh kawasan secara total. Pemkab hanya merevitalisasi beberapa segmen dan zona tertentu.
“Yang sudah ada tetap kami pertahankan. Kami hanya menambah ornamen khas Sumbawa, seperti tiang lampu jalan berciri khas daerah, lalu ada beberapa spot yang kami tata ulang,” jelasnya.
Ia mencontohkan, kawasan Jalan Merdeka dan bundaran Tugu Titik Nol Sumbawa menjadi titik yang akan mengalami perubahan cukup signifikan.
Dalam penyusunan konsep, Rocky menyebut, Pemkab Sumbawa melibatkan berbagai unsur masyarakat. Mulai dari tokoh adat, tokoh masyarakat, forum lintas etnis, akademisi hingga warga sekitar kawasan Kota Pusaka.
Rocky mengaku, mayoritas pihak yang terlibat mendukung program penataan tersebut. Ia menilai, kolaborasi berbagai elemen penting karena Kota Pusaka memiliki aspek sosial dan budaya yang sensitif.
“Kalau pemerintah bergerak sendiri agak susah. Jadi memang butuh sinergi dan kolaborasi semua pihak,” tutupnya. (*)




