Kota Bima

Tiga Sekolah di Kota Bima Jadi Kandidat Sekolah Nasional Terintegrasi

Mataram (NTBSatu) – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melaksanakan evaluasi terhadap tiga sekolah di Kota Bima, dalam rangka program Sekolah Nasional Terintegrasi.

Proses tersebut menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan mutu pendidikan nasional, yang berfokus pada penguatan sumber daya manusia unggul.

Tiga sekolah yang masuk dalam tahapan verifikasi meliputi SDN 10 Penatoi Kota Bima, SMPN 8 Kota Bima, dan SMAN 4 Kota Bima.

IKLAN

Tim Kemendikdasmen meninjau kesiapan sekolah melalui sejumlah aspek penting yang berkaitan dengan kualitas layanan pendidikan, sarana pendukung, hingga sistem pembelajaran modern.

Sekretaris Daerah Kota Bima, Drs. H. Muhammad Fakhrunraji, M.E., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemerintah Pusat kepada Kota Bima sebagai salah satu daerah peserta verifikasi nasional program tersebut.

Menurutnya, program Sekolah Nasional Terintegrasi sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bima dalam memperkuat kualitas pendidikan.

IKLAN

“Kami berharap Kota Bima dapat memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan, sehingga dapat menjadi bagian dari daerah pelaksana Sekolah Nasional Terintegrasi. Ini bukan hanya kebanggaan daerah, tetapi juga langkah besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan masa depan anak-anak kita,” ujarnya, Rabu, 20 Mei 2026.

Pemkot Bima juga menyatakan komitmen untuk terus memperkuat sinergi bersama Pemerintah Pusat, guna mendukung transformasi pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.

Fokus Penilaian Kemendikdasmen

Dalam tahapan verifikasi, Kemendikdasmen menggunakan sejumlah instrumen penilaian utama. Tim penilai menelusuri kualitas manajemen sekolah, kompetensi guru dan tenaga kependidikan. Selanjutnya, menilai kurikulum pembelajaran, inovasi pendidikan, hingga kesiapan digitalisasi sekolah.

Aspek lain yang turut menjadi perhatian meliputi kelayakan sarana prasarana dan standar keselamatan sekolah. Selanjutnya ada mitigasi kebencanaan, lingkungan sehat dan ramah anak, serta dukungan pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat.

Kemudian, hasil Focus Group Discussion (FGD) dan peninjauan lapangan, masuk ke dalam sistem penilaian daring milik kementerian. Analisis nasional tersebut akan menentukan kelayakan daerah pelaksana program Sekolah Nasional Terintegrasi.

Sebagai informasi, program Sekolah Nasional Terintegrasi menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut menghadirkan konsep sekolah modern dengan standar mutu nasional yang mengintegrasikan pendidikan, teknologi, pembentukan karakter, serta ketahanan lingkungan.

Selain itu, program ini juga mendorong kolaborasi lintas sektor agar layanan pendidikan berjalan aman, nyaman, dan ramah bagi peserta didik. Sekolah Nasional Terintegrasi nantinya mampu melahirkan generasi adaptif yang siap menghadapi tantangan global, maupun risiko kebencanaan. (*)

Atim Laili

Jurnalis NTBSatu

Artikel Terkait

Back to top button