Agam ‘Rinjani’ Masih Bungkam, Gelombang Penolakan Warga Lingkar Rinjani Meluas
Mataram (NTBSatu) – Agam Rinjani memilih bungkam di tengah meluasnya gelombang penolakan dari masyarakat Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Belakangan ini, banyak penolakan terhadap pria tersebut, mulai dari komunitas hingga masyarakat luas.
Selain itu, Gerakan Advokasi Nusantara (GANAS) Lombok Timur, secara tegas menolak kedatangan Agam. Mereka menuntut penghentian seluruh produksi konten yang mengeksploitasi Gunung Rinjani.
Hingga saat ini, Agam belum membuka ruang komunikasi ataupun respons mengenai polemik ini. Sikap enggan menanggapi ini memicu kekecewaan yang lebih mendalam di kalangan publik NTB.
Warga menilai, sikap diam tersebut menunjukkan ketidakpedulian Agam terhadap keresahan masyarakat lokal. Publik merasa wilayah dan kebudayaan mereka sekadar sebagai komoditas konten yang tidak akurat.
Kontras dengan Sikap Panji Petualang
Sikap bungkam dan tertutup Agam Rinjani ini sangat kontras dengan rekan kolaborasinya, Panji Petualang. Setelah menerima gelombang protes yang sama akibat unggahan video bersama, ia segera mengambil langkah aktif untuk meredakan situasi.
Selanjutnya, Panji Petualang merilis pernyataan maaf secara terbuka kepada masyarakat Lombok, dan mengakui kekeliruan dalam penyampaian informasi pada konten tersebut.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan siap mengevaluasi setiap konten. Agar tidak lagi menyinggung warga lokal,” ujar Panji, mengutip Instagram @panjipetualang_real, Minggu, 21 Juni 2026.
Hindari Upaya Konfirmasi
Meskipun Panji Petualang sudah meminta maaf, Agam Rinjani justru tetap menjauh dari sorotan publik dan mengabaikan tuntutan klarifikasi.
NTBSatu sudah berulang kali melayangkan upaya konfirmasi melalui saluran komunikasi resmi maupun media sosial miliknya. Namun, seluruh upaya tersebut belum mendapatkan respons sedikit pun hingga berita ini terbit.(*)




