Nonton MotoGP Mandalika 2026 Bisa Sekalian Camping, Harga Mulai Rp750 Ribu
Lombok Tengah (NTBSatu) – Penonton Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 punya pilihan baru untuk menginap di kawasan The Mandalika, Lombok Tengah.
ITDC menyiapkan Official Camping Ground di Kuta Beach Park. Pengunjung bisa menginap sambil menikmati suasana MotoGP selama race weekend pada 9–11 Oktober 2026.
Camping ground ini mulai beroperasi pada 8 Oktober 2026. ITDC menggandeng PT Shekhara Sekawan Sejahtera sebagai operator.
Harga Mulai Rp750 Ribu
Pilihan akomodasi cukup beragam. Pengunjung bisa memilih tenda untuk dua orang, tenda empat orang, glamping, hingga campervan.
Harga tenda dan glamping berkisar Rp750 ribu hingga Rp2,5 juta. Sementara tarif campervan mencapai Rp15 juta.
Setiap tipe menawarkan fasilitas berbeda. Tenda menyediakan matras, sleeping bag, dan portable LED.
Glamping menawarkan spring bed, bantal, meja, dan kursi. Sementara campervan memiliki dua kamar tidur, toilet, water heater, microwave, Smart TV, hingga sunroof.
Pengunjung juga bisa menikmati sejumlah fasilitas bersama. Area tersebut memiliki food court, toilet, shower, musala, medical post, dan area nonton bareng.
Pemesanan mulai tersedia melalui Goers sejak Jumat 4 September lalu.
Alternatif Menginap Saat MotoGP
Direktur Operasi ITDC sekaligus Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Troy Warokka mengatakan, camping ground hadir sebagai pilihan baru bagi penonton.
Menurutnya, konsep tersebut memungkinkan pengunjung menikmati balapan sekaligus suasana The Mandalika.
“Official Camping Ground bukan sekadar menjadi alternatif akomodasi, tetapi menawarkan pengalaman berbeda untuk menikmati atmosfer Pertamina Grand Prix of Indonesia sekaligus kawasan The Mandalika,” kata Troy.
Kehadiran camping ground menambah pilihan akomodasi menjelang MotoGP. Saat ini, Mandalika memiliki sekitar 2.550 kamar.
Secara keseluruhan, Lombok dan Gili menyediakan sekitar 13.700 kamar.
Konektivitas menuju Lombok juga mendapat tambahan dukungan. Pada periode 9–11 Oktober 2026, tercatat 245 penerbangan.
Jumlah tersebut meningkat sekitar 24 persen dibandingkan periode penyelenggaraan 2025 yang mencatat 197 penerbangan. (*)




