Pesona Pantai Semeti, Si Cantik yang Menyimpan Ancaman Nyawa
Mataram (NTBSatu) – Kabupaten Lombok Tengah menyimpan deretan pantai selatan dengan karakter lanskap yang amat memikat sekaligus menantang, seperti Pantai Semeti. Pantai ini terletak di Desa Mekar Sari, Kecamatan Praya Barat.
Pantai ini menawarkan panorama alam luar biasa berupa tebing-tebing karang berlapis yang menyerupai bentukan kristal atau balok basal. Formasi batuan purba yang berdiri kokoh menahan gempuran ombak Samudra Hindia sebagai daya tarik utama bagi para wisatawan dan pencinta fotografi.
Keindahan lanskap Pantai Semeti memang sangat memikat mata yang memandangnya. Gugusan karang terjal menyajikan pemandangan spektakuler ketika hantaman gelombang air laut membentur dinding batu. Fenomena ini juga menciptakan bentangan buih putih yang megah.
Namun, di balik pesona visualnya yang mengagumkan, kawasan pesisir ini menyimpan potensi bahaya yang sangat tinggi bagi pengunjung yang mengabaikan keselamatan.
Rekam Jejak Tragedi dan Ombak Mematikan
Karakteristik Pantai Semeti yang berhadapan langsung dengan laut lepas membuatnya amat rentan terhadap hempasan gelombang tinggi serta arus bawah laut yang sangat kuat. Hantaman ombak besar kerap datang secara mendadak dan langsung menyapu area bebatuan licin yang sering menjadi titik berdiri para pengunjung.
Catatan keselamatan di kawasan ini menunjukkan rentetan insiden fatal yang berulang kali memakan korban jiwa maupun luka-luka.
Peristiwa terbaru berlangsung pada Agustus 2026, ketika seorang wisatawan perempuan tewas terjatuh dari tebing saat berswafoto. Hantaman ombak besar yang datang secara mendadak menarik korban ke laut lepas.
Tiga rekannya yang berusaha memberikan pertolongan turut terhempas. Namun mereka mengalami luka-luka dan syok berat sebelum akhirnya warga serta nelayan setempat mengevakuasi mereka.
Sebelum tragedi tersebut, pada Desember 2024 seorang pelajar perempuan juga meninggal dunia di lokasi yang sama. Korban terseret arus laut saat bergantian mengambil foto di atas tebing karang.
Gelombang tinggi menghantam tubuh korban hingga terjatuh ke laut dan terombang-ambing tanpa bisa terselamatkan oleh teman-temannya. Ancaman Pantai Semeti tidak hanya mengintai wisatawan yang berswafoto, tetapi juga warga lokal dan pemancing.
Pada September 2022, seorang pria yang sedang memancing di atas tebing karang tergelincir dan terseret ombak deras. Korban tenggelam dan baru ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia setelah pencarian selama dua hari.
Jejak kelam Pantai Semeti juga mencatat insiden tragis pada Januari 2019, ketika seorang pengunjung terseret arus bawah laut yang sangat kuat saat berdiri terlalu dekat dengan celah karang. Hantaman ombak pasang mendadak menarik tubuh korban ke dalam pusaran air hingga ditemukan tak bernyawa beberapa hari setelahnya.
Selain insiden yang menelan korban jiwa tersebut, berbagai kasus pengunjung yang terpeleset hingga terluka parah di atas batuan karang yang tajam kerap terjadi, terutama saat musim angin selatan ketika gelombang laut memuncak.
Imbauan Keselamatan untuk Wisatawan
Melihat tingginya risiko keselamatan di Pantai Semeti, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Muhammad Hatta menegaskan, Pantai Semeti sudah sejak lama memiliki rambu-rambu peringatan. Ia berkomitmen akan melakukan pembaruan agar tanda peringatan tersebut lebih efektif.
“Lambu larangan dan sebagainya itu sudah terpasang. Sekarang kita mau update lagi supaya tidak cepat rusak. Mungkin nanti model baru,” katanya kepada NTBSatu pada Senin, 3 Agustus 2026.
Keindahan panorama Pantai Semeti seharusnya membuat pengunjung nikmati dari jarak aman tanpa harus mengabaikan keselamatan jiwa demi mengejar dokumentasi visual semata.
Hatta mengimbau para wisatawan agar selalu mematuhi batas aman dan tidak nekat mendekati tepi tebing karang yang basah serta licin. Selain itu, pengunjung juga perlu memantau informasi prakiraan cuaca serta tinggi gelombang dari BMKG sebelum memutuskan untuk mengunjungi pantai selatan Lombok Tengah tersebut.
Kesadaran untuk menaati rambu petunjuk dan petuah warga lokal merupakan kunci utama agar pesona Pantai Semeti tetap memberikan pengalaman liburan yang berkesan tanpa menyisakan duka. (*)




