Kota Mataram

Pustu Jadi Wadah Edukasi Gizi dan Penanganan Stunting

Mataram (NTBSatu) – Camat Sandubaya, Henny Suyasih, menekankan pentingnya optimalisasi peran Puskesmas Pembantu (Pustu) atau Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) di wilayahnya.

Hal ini bertujuan untuk mendekatkan akses layanan kesehatan, sekaligus memperkuat edukasi gizi bagi masyarakat di tingkat kelurahan.

Dalam sebuah diskusi mengenai fasilitas kesehatan, Henny mengungkapkan saat ini terdapat 54 Posyandu yang tersebar di wilayah Kecamatan Sandubaya. Namun, perhatian khusus kini mengarah pada keberadaan Pustu yang ada di setiap kelurahan.

IKLAN

“Keberadaan Pustu ini harus terus kita perjelas dan optimalkan fungsinya. Masyarakat sangat membutuhkan layanan yang terdekat dari tempat tinggal mereka,” ujar Henny, Rabu, 24 Juni 2026.

Meski beberapa Pustu sempat mengalami kendala operasional akibat mutasi Sumber Daya Manusia (SDM), Henny memastikan, saat ini beberapa titik sudah mulai kembali aktif. Beberapa Pustu yang aktif tersebut antara lain berada di wilayah Bertais, Selagalas, Turida, dan Abian Tubuh.

Lebih lanjut, Henny menjelaskan, ke depannya Pustu tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemeriksaan kesehatan dasar, tetapi juga menjadi pusat inovasi layanan.

IKLAN

Salah satu bentuk inovasi adalah menjadikan Pustu sebagai wadah berkumpulnya kader kesehatan, untuk memberikan konseling gizi dan kelas khusus bagi ibu hamil.

“Pustu bisa menjadi tempat untuk kelas-kelas gizi dan konseling. Jadi, selain pelayanan medis dasar yang tetap terintegrasi dengan Puskesmas, aspek edukasi dan pencegahan stunting bisa dimaksimalkan di sana,” tambahnya.

Ketika fungsi Pustu menguat, ia berharap masyarakat di Kecamatan Sandubaya dapat lebih mudah mendapatkan akses informasi kesehatan. Serta pelayanan medis awal tanpa harus menempuh jarak jauh ke pusat layanan kesehatan utama. (*)

Artikel Terkait