Kota Mataram

Ampenan Tengah Hadirkan Bale Mediasi dan Sadar Hukum di 10 Lingkungan

Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, menghadirkan Bale Mediasi Lingkungan (Baling) dan Sadar Hukum di 10 lingkungan.

Program ini menjadi wadah penyelesaian berbagai persoalan masyarakat sekaligus memperkuat keamanan dan ketertiban lingkungan.

Lurah Ampenan Tengah, Budiawan mengatakan, Kelurahan Ampenan Tengah menggagas inovasi Baling dan Sadar Hukum bersama 10 kepala lingkungan sebagai program unggulan tahun 2026.

IKLAN

Program tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran hukum masyarakat serta mempercepat penyelesaian sengketa di tingkat lingkungan.

Menurutnya, luasnya wilayah Ampenan Tengah serta potensi konflik di tengah masyarakat melatarbelakangi pembentukan Baling. Melalui wadah tersebut, masyarakat dapat menyelesaikan berbagai persoalan lebih cepat sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

“Kami sepakat membentuk Baling bersama para kepala lingkungan agar penyelesaian sengketa di masyarakat dapat dilakukan lebih cepat dan efektif,” ujarnya, Senin, 22 Juni 2026.

IKLAN

Sebelumnya, Kelurahan Ampenan Tengah telah menghadirkan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) pada 2024. Pada 2026, Kelurahan Ampenan Tengah menghadirkan Baling dan Sadar Hukum di 10 lingkungan untuk memperkuat layanan kepada masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, para pihak akan menyelesaikan setiap sengketa melalui mediasi yang melibatkan tokoh masyarakat, tenaga paralegal, lurah, kepala lingkungan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Jika mediasi tidak menghasilkan kesepakatan di tingkat lingkungan maupun kelurahan, mereka akan merujuk permasalahan tersebut ke Bale Mediasi Mataram.

Budiawan menilai Posbakum dan Baling dapat memperkuat penyelesaian konflik secara musyawarah sekaligus meminimalkan potensi perselisihan di tengah masyarakat.

Kelurahan Ampenan Tengah mengajukan program tersebut kepada Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kota Mataram, sebagai salah satu program unggulan. Pemerintah Kelurahan Ampenan Tengah berharap inovasi ini dapat menjadi contoh bagi kelurahan lain di Kota Mataram. (*)

Artikel Terkait