Kebakaran di Desa Ngeru, Wabup Dorong Beasiswa Anak Korban
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah daerah (Pemda) Sumbawa meninjau lokasi kebakaran yang menghanguskan rumah warga di Desa Ngeru, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa.
Kebakaran pada Sabtu dini hari tersebut menghanguskan rumah milik Samsun (46), warga Dusun Batu Taning, Desa Ngeru, Kabupaten Sumbawa. Menurut dugaan, api berasal dari arus pendek listrik dan menyebabkan rumah korban rata dengan tanah serta satu rumah lainnya terdampak.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, perkiraan kerugian akibat peristiwa tersebut mencapai lebih dari Rp100 juta.
Wakil Bupati Sumbawa, Drs. Mohamad Ansori, mengatakan terjadi kebakaran di Desa Ngeru, Kecamatan Moyo Hilir ini menjadi alarm pemerintah daerah untuk turun langsung ke lokasi dan memastikan penanganan korban dipercepat sekaligus menyerahkan bantuan kepada keluarga terdampak.
“Kami turut prihatin atas musibah yang menimpa keluarga korban. Pemerintah daerah akan berupaya membantu agar mereka bisa kembali bangkit,” ujar Wabup Ansori, Rabu 11 Maret 2026.
Ia juga meminta dinas terkait untuk segera mempercepat proses penanganan dampak kebakaran agar keluarga korban dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.
“Saya minta dinas terkait segera mengambil langkah penanganan yang cepat agar kebutuhan dasar korban dapat terpenuhi,” tegasnya.
Sebagai bentuk perhatian terhadap masa depan keluarga korban, Ansori juga memberikan rekomendasi agar salah satu anak korban memperoleh beasiswa pelatihan keterampilan.
“Kami merekomendasikan agar salah satu anak korban bisa mendapatkan beasiswa pelatihan alat berat di lembaga pelatihan milik Trakindo,” ungkapnya.
Harapan Ansori, bantuan pendidikan tersebut dapat membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi keluarga korban.
“Harapannya, anak korban memiliki bekal keterampilan sehingga bisa mandiri dan memiliki pekerjaan di masa depan,” katanya.
Wakil Bupati Ansori juga menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan bantuan uang tunai. Bantuan tersebut diberikan kepada keluarga korban sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa.
“Bantuan ini mungkin tidak dapat mengganti seluruh kerugian, tetapi kami berharap dapat sedikit meringankan beban keluarga yang terkena musibah,” tutupnya. (*)




