Sepi Peminat, Perangkat Desa KSB akan Rangkap Jadi Panitia Pilkades 2026
Sumbawa Barat (NTBSatu) — Jajaran perangkat desa di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akan merangkap jabatan sebagai panitia pilkades, jika pendaftar tetap sepi hingga menjelang pemilihan.
Otoritas setempat menyiapkan skenario darurat ini akibat rendahnya minat warga mendaftar Panitia Pemilihan Kepala Desa (PPKD).
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumbawa Barat, H. Abdul Hamid, membenarkan adanya kendala rendahnya partisipasi warga tersebut. Hambatan ini membuat target rampung pembentukan struktur panitia pilkades menjadi mundur.
“Beberapa desa di Kecamatan Brang Rea belum menyelesaikan pembentukan panitia karena warga kurang berminat,” ujarnya kepada NTBSatu, Jumat, 26 Juni 2026.
Pemerintah daerah menetapkan jadwal awal pembentukan panitia ini mulai pertengahan Juni. Regulasi memberikan waktu selama satu minggu bagi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk menjaring anggota.
BPD memegang kendali penuh dalam menyusun struktur kepanitiaan bersama tokoh masyarakat setempat. Pihak kecamatan hanya melakukan koordinasi teknis serta memantau perkembangan progres lapangan secara berkala.
“Kami hanya memantau pelaksanaan tupoksi BPD serta mengevaluasi persiapan administrasi mereka,” katanya.
Langkah Alternatif
Otoritas menyiapkan langkah alternatif guna mengantisipasi kekosongan posisi kepanitiaan yang masih terjadi. Regulasi membolehkan jajaran perangkat desa mengisi posisi tersebut jika kuota panitia tidak terpenuhi.
Langkah ini menjadi pilihan terakhir agar tahapan pemilihan tetap berjalan sesuai agenda utama. Pelibatan perangkat desa menjamin legalitas proses penyelenggaraan pilkades di tingkat akar rumput.
“Perangkat desa akan memikul tanggung jawab kepanitiaan jika warga tetap tidak ada yang bersedia,” tambahnya.
Pemerintah menjadwalkan pelaksanaan bimbingan teknis bagi para panitia pada bulan Juli. Agenda tersebut bertujuan memperkuat pemahaman regulasi seluruh jajaran penyelenggara pemilu tingkat desa.
Masyarakat baru bisa mendaftarkan diri sebagai bakal calon kepala desa mulai bulan Agustus mendatang. (*)




