Polemik Penolakan Agam ‘Rinjani’ Tak Pengaruhi Arus Wisatawan ke Gunung Rinjani
Mataram (NTBSatu) – Aksi penolakan dari warga di lingkar Rinjani terhadap Agam ‘Rinjani’, tidak berdampak pada aktivitas wisata pendakian di Gunung Rinjani.
Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) memastikan, seluruh alur pelayanan dan kunjungan wisatawan masih berjalan normal seperti biasa. Termasuk bagi pendaki domestik maupun mancanegara.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha (KSBTU) Balai TNGR, Astekita Ardiaristo menjelaskan, tidak ada pengaruh polemik tersebut terhadap sektor pariwisata Gunung Rinjani. “Sementara tidak ada ya (dampak),” ujarnya kepada NTBSatu, Senin, 22 Juni 2026.
Pertanyaan ini sekaligus menepis kekhawatiran publik mengenai potensi gangguan keamanan atau penurunan minat pelancong. Terutama akibat ketegangan sosial yang berlangsung di media sosial.
Sektor hilir pariwisata seperti jada pemandu (guide), porter, hingga penyedia penginapan di lingkar Rinjani masih tetap beroperasi penuh tanpa kendala operasional.
Aktivitas Kunjungan Berjalan Normal
Sebelumnya, riak protes yang muncul dari Gerakan Advokasi Nusantara (GEMAS) Lombok Timur merupakan persoalan etika konten dan klaim sepihak dari oknum kreator konten.
Keadaan di lapangan, khususnya pada pintu-pintu masuk pendakian resmi seperti Senaru dan Sembalun, tetap kondusif dan aman bagi para pendaki.
Sikap tegas warga lingkar Rinjani yang menolak kedatangan Agam menyasar personalnya, bukan iklim pariwisata secara umum. Komunitas pemandu dan porter setempat bahkan berkomitmen menjaga kenyamanan para wisatawan agar tidak terganggu oleh polemik yang sedang bergulir.
TNGR Batasi Tanggapan
Di sisi lain, desakan yang menuntut penertiban narasi konten di kawasan Rinjani, Risto memilih tidak mengintervensi polemik tersebut secara mendalam.
Risto menganggap, permasalahan ini belum menyentuh ranah pelanggaran aturan keimigrasian atau regulasi pendakian resmi di wilayah tersebut.
“(Terkait penolakan warga) ya sementara enggak ada tanggapan ya, karena belum ada yang berpengaruh juga,” lanjutnya.
Hingga saat ini, sistem pemesanan tiket pendakian daring (e-Rinjani) tetap menunjukkan angka kunjungan stabil sesuai kuota harian.
Oleh karena itu, Balai TNGR mengimbau para pelaku wisata dan pengunjung untuk tetap fokus pada standar keselamatan pendakian dan kelestarian lingkungan. Sekaligus membiarkan penyelesaian polemik konten tersebut berjalan di luar ranah operasional wisata.(*)




