PariwisataPemerintahan

Rupiah Melemah hingga Rp18 Ribu, NTB Diklaim Tetap Dilirik Investor

Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB menyebut pelemahan nilai tukar rupiah yang menyentuh kisaran Rp18 ribu per dolar AS belum menyurutkan minat investor untuk menanamkan modal di NTB.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, H. Irnadi Kusuma mengatakan, investor tetap datang ke NTB untuk menjajaki peluang usaha di berbagai sektor.

“Sejauh ini belum ada pengaruh. Bahkan sudah ada investor yang berkunjung. Artinya, mereka masih tetap menjajaki kemungkinan-kemungkinan untuk berinvestasi di NTB,” kata Irnadi kepada NTBSatu, belum lama ini.

IKLAN

Menurutnya, investor asing justru melihat pelemahan rupiah sebagai peluang investasi. Nilai mata uang negara asal mereka yang lebih tinggi membuat biaya investasi di Indonesia menjadi lebih kompetitif.

“Karena nilai mata uang mereka lebih tinggi dibanding kita, otomatis mereka melihat ini sebagai peluang,” ujarnya.

Rincian Capaian Investasi 1 Tahun 2026

Optimisme itu tercermin dari capaian investasi NTB pada triwulan I 2026. Pemprov NTB mencatat realisasi investasi mencapai Rp18 triliun atau sekitar 24 persen dari target investasi tahun 2026 sebesar Rp64 triliun.

IKLAN

Irnadi menilai capaian tersebut menunjukkan tren yang lebih baik dibandingkan periode yang sama pada 2025. Ia optimistis NTB dapat mencapai target investasi tahun ini jika minat investor tetap terjaga.

“Sektor energi masih menjadi penyumbang terbesar realisasi investasi di NTB,” ungkapnya.

Di sisi lain, lanjutnya, sektor pariwisata terus menarik perhatian investor yang ingin mengembangkan usaha di daerah ini.

Menurut Irnadi, ketertarikan investor terhadap sektor pariwisata sejalan dengan target Gubernur NTB untuk mewujudkan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.

“Selain pariwisata, investor juga menjajaki peluang usaha di Pulau Sumbawa pada sektor peternakan, perkebunan, perikanan, dan kelautan,” tambahnya.

Irnadi mengungkapkan sektor peternakan menjadi salah satu industri baru yang menarik perhatian investor. Sejumlah calon investor saat ini menjajaki pembangunan peternakan yang terintegrasi dengan industri pengolahan susu.

“Mereka menjajaki peternakan yang langsung terhubung dengan hilirisasi. Fokusnya bukan daging, tetapi pabrik susu dan mentega di Pulau Sumbawa,” katanya.

Ia berharap investasi yang terus tumbuh dapat memperkuat perekonomian daerah, membuka lapangan kerja baru, dan meningkatkan nilai tambah sektor unggulan di NTB. (*)

Artikel Terkait

Back to top button